Musem Noken Sebaiknya Diserahkan ke Pemprov Papua

John NR Gobai (Yewen/Cepos)

JAYAPURA– Akhir-akhir ini noken menjadi salah satu perbincangan yang hangat dibicarakan oleh berbagai kalangan, terutama para pengrajin noken yang sehari-hari merajut noken dari tangannya sendiri. Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2021 ini sebenarnya harus memberikan ruang bagi promosi noken sebagai warisan budaya dunia.

Berdasarkan hal ini, Ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPRP Papua, John NR Gobai mengatakan, dirinya adalah salah satu orang yang selalu berbicara mengenai noken sebagai warisan budaya dunia yang harus dijaga dan dilestarikan serta diberikan tempat yang layak bagi noken.

“Saya sudah sering sampaikan dan bahkan dalam tulisan saya bahwa perlu adanya museum noken. Bila kita serius untuk membuat museum noken. Kami sudah desak pemerintah pusat untuk menyerahkan museum untuk milik provinsi, sehingga kita buat UPTD bagi museum noken,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Selasa (5/10) kemarin.

Lebih lanjut, kata John menggunakan noken merupakan sesuatu yang biasa. Sebab dirinya dan semua orang Papua sejak lahir dan besar sudah menggunakan noken, tetapi jika ada museum noken di Papua, maka hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa.

“Jika museum noken yang ada di Waena itu kita bisa tata dia baik dan menjadi tempat untuk berjualan noken, pendidikan membuat noken, mempelajari filosofi noken, maka hari ini pada saat PON, maka tempat itu akan menjadi tujuan wisata,” katanya.

Dia menyampaikan, bukan saja noken ini dapat di jual dan tempat penjualannya di mana, tetapi bagaimana kehadiran museum noken dapat difungsikan sebagai tempat pendidikan, pertunjukan, pelatihan dan tempat menjual noken.

“Bagi saya luar biasa jika ada museum noken di Papua. Kalau bawa noken dari bayi ya sudah biasa. Maka perlu adanya dukungan dan dorongan untuk membuat museum noken di Papua,” ujar John. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *