Snack Berjamur

*Gara-gara Snack Berjamur

JAYAPURA – Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemenang tender konsumsi maupun pihak yang mendistribusikan nampaknya belum juga rampung. Keluhan terkait pelayanan hingga hari ketiga kemarin  msih bermunculan. Jika sebelumnya keluhan atlet dan official terkait makanan nasi kotak yang basi, kini keluhan lain disampaikan  technical official dari Cabang Olahraga Selam Kolam di Venue Aquatik. Pasalnya untuk menu snack siang yang diterima Selasa (5/10) ternyata tak layak konsumsi.

Dari tiga item roti dan kue yang disiapkan ternyata salah satunya sudah dalam keadaan berjamur. Ini tentunya mengecewakan para wasit yang sudah menunggu cukup lama namun ternyata yang datang justru makanan yang tak layak. “Snack untuk wasit yang kami terima ternyata berjamur dan teman – teman sempat kaget bahkan ada yang mulai bicara keras, ini tidak becus tentunya,” kata salah satu wasit yang meminta namanya tidak dipublish saat  memberi informasi kepada Cenderawasih Pos, Selasa (5/10) kemarin.

Ia juga mengirimkan beberapa gambar kue dalam kotak yang ternyata sudah berjamur. Meski tidak semua namun diakui setelah melihat itu banyak yang tak mood untuk memakan. Tak hanya itu, pria tersebut juga mengaku siang kemarin banyak wasit yang kesal  karena menunggu makan siang dan tak kunjung muncul hingga akhirnya ia dan rekan – rekannya memilih untuk mencari jalan masing – masing. “Hari ini sambungan dari kemarin, kalau kemarin itu makan siang baru datang jam 3 sore,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa untuk konsumsi makan pagi tidak ada masalah namun makan siang dan menu snack ini yang dikeluhkan. “Untuk makan pagi kami pikir tidak masalah,  tapi makan siang datang jam 3 sore dan sebagian bubar karena menunggu terlalu lama. Senin kemarin juga diwarnai drama dimana bis penjemput wasit terlambat datang  dan sampai di stadiun kolam ternyata belom disetting. Kami cukup bingung dengan kondisi ini. Untuk konsumsi harusnya ada evaluasi dari temuan nasi basi lalu, kok ini bisa terjadi lagi. Kalau tidak bisa dihandle sendiri mungkin bisa dibagi ke IO konsumsi lain tapi dengan tetap dilakukan pengawasan agar menu yang kami terima tidak terlambat dan tetap fresh,” imbuhnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *