Jangan Biarkan Mama Papua Pulang Kampung Dengan Noken

Mama mama Papua yang sedang menjual noken mereka di Taman Imbi  Sabtu (2/10) lalu. (Elfira/Cepos)

JAYAPURA – Di tengah hiruk pikuknya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Mama-mama Papua asal Meepago manfaatkan Taman Imbi untuk memasarkan Noken asal rajutan mereka.

Beragam rajutan noken kulit, anggrek hingga benang dapat dijumpai di Taman Imbi dengan harga yang dipasarkan mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 10 juta. Harga tergantung dari motif dan bahan noken itu sendiri.

Koordinator Penjual Noken Damiana Giay menyampaikan, ada sekitar 4000 rajutan noken yang dipasarkan mama mama di Taman Imbi. Noken noken tersebut ciri khas Meepago. “Ini pertama kalinya Noken asli Meepago ditampilkan dimuka umum pada pergelaran PON. Yang pasti kami mama mama juga siap menyukseskan PON Papua kendati tidak diberikan tempat untuk jualan di Stadion,” terang Damiana.

Damiana berharap, ribuan noken yang dipasarkan mama mama Papua asal Meepago yang berjumlah 337 orang bisa laku terjual hingga nanti penutupan PON pada 15 Oktober mendatang.

“Noken yang dipasarkan di Taman Imbi sudah dirajut jauh jauh hari oleh mama mama, dengan harapan Noken tersebut habis terjual pada pergelaran PON sehingga mama mama pulang ke kampung tidak lagi membawa Noken dari Jayapura,” terangnya.

“Sebagai hadiah PON, jangan biarkan mama mama membawa pulang Noken mereka. Siapa saja harus membeli Noken, sehingga habis terjual,” tambahnya.

Damiana menyampaikan, stand tempat mereka berjualan di Taman Imbi saat ini disediakan oleh Walikota Jayapura. Mama mama berjualan sejak 2 Oktober hingga nanti penutupan PON pada 15 Oktober mendatang.

Sementara itu, Merlina salah satu mama penjual Noken menyampaikan dirinya datang dari Nabire untuk memasarkan nokan rajutannya di perhelartan PON. Merlina datang ke Jayapura menggunakan kapal laut bersama rekannya yang lain yang juga menjual Noken. Adapun Noken yang paling diminati adalah rajutan dari kayu.

“Saya harap Noken yang saya bawa habis terjual, sehingga saya pulang tidak lagi membawa sisa Noken,” harapnya. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *