Hindari Beban Daerah,  PON Papua Harus Sesuai Perencanaan dan Penganggarannya

Ketua DPRD Merauke Ir. Drs Benjamin Latumahina didampingi Wakil Ketua II DPRD Merauke Dominikus Ulukynan, S.Pd,   saat memberikan keterangan pers di Media  Center PON XX Papua Klaster Merauke, kemarin. (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Pelaksanaan PON Papua Klaster Merauke hendaknya berjalan berdasarkan perencanaan dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai program dan penganggarannya. Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Ir. Drs. Benjamin  Latumahina menyampaikan rasa bangganya karena Merauke masuk sebagai klaster penyelenggara PON.

   Karena itu, perlu ditekankan untuk lebih memperhatikan poin penting dalam pelaksanaannya, yakni harus sesuai program perencanaan dan dapat pertanggungjawabkan, agar tidak menjadi beban daerah. “Kita harap sebagi tuan rumah sukses penyelenggara, sukses prestasi, sukses administrasi dan sukses pemberdayaan dan pergerakan ekonomi rakyat,” harap Bela (Benjamin Latumahina)- panggilan akrabnya dalam konferensi pers di Media Center PON Papua Klaster   Merauke, Selasa (5/10).

   Menurutnya, PON XX Papua 2021 ini menjadi kebanggaan sekaligus sejarah bagi generasi penerus. Tetapi menjadi tantangan karena dilaksanakan pada di tengah Pandemi Covid-19, walaupun Merauke saat ini cukup aman dari Covid-19. Untuk itu, penerapan prokes mesti benar-benar diterapkan agar semua orang tetap sehat.

   Sebagai tuan rumah, Ketua DPRD Merauke mengajak semua pihak untuk menunjukan pelayanan yang baik, dengan meminimalisir kelalaian. Tetap santun kepada siapa saja serta menghindari berbagai masalah atau konflik.  “Kami dari legislatif sangat mendukung PON ini, terutama bagiamana UMKM yang terdiri dari 70 perajin, dan 20 kuliner mendapat keuntungan selama PON,” katanya.

    Kemudian, ketersediaan pangan lokal seperti beras, ikan, daging dan sayuran dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi PON sehingga akan memberi pemasukan bagi daerah.  Benny Latumahina mengakui terdapat banyak kekurangan yang terjadi di awal pelaksanaan. Ini menjadi evaluasi kepada Subda PON untuk perbaikan pada pelaksanaan Cabor yang masih tersisa.

   Di tempat sama, Wakil Ketua DPRD Dominikus Ulukyanan   menyebut dengan event besar ini Papua akan lebih tereksos  keluar. Terlebih mengenal lebih luas tentang Merauke yang dikenal dengan Istana Damai Istana Cinta Kasih. “Masalah Papua perlu ada pemetaan, karena tidak semua Papua tidak aman,” tandas Domin.

   Ia juga menyuarakan agar ada perhatian dari pemerintah provinsi dan pusat kepada daerah klaster  pasca PON, khususnya  pemanfaatan arena balap motor dan stadion katalpal sehingga tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan pada event selanjutnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *