DPRD Merauke Siap Berikan Rekomendasi

Rapat dengar pendapat antara pemilik hak ulayat  dari 3 kampung atas tanah Bandara Mopah Merauke seluas 60 ha dengan  DPRD Kabupaten Merauke, Selasa (5/10). (Sulo/Cepos )

Terkait Persyaratan Pembayaran Tuntutan Ganti Rugi Tanah Bandara Mopah Seluas 60 Hektar 

MERAUKE– DPRD Kabupaten Merauke  siap memberikan  rekomendasi  untuk pembayaran ganti rugi  tanah Bandara Mopah Merauke seluas 60 hektar.  Kesiapan DPRD Kabupaten Merauke untuk memberikan rekomendasi sebagai salah satu persyaratan dalam melengkapi  tuntutan pembayaran ganti rugi hak ulayat itu ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Perhubungan Republik Indonesia.

    “Kita dewan siap keluarkan rekomendasi,” kata Ketua DPRD Kabupaten Merauke Ir. Drs Benjamin Latumahina kepada media ini  seusai Rapat Dengar Pendapat  antara perwakilan pemilik hak ulayat dengan DPRD Merauke, Selasa (5/10).

   Menurut   Benjamin Latumahina, persoalan internal  yang terjadi antara pemilik hak ulayat  telah clear  sehingga dewan sepakat untuk memberikan rekomendasi.  Dalam RPD  yang dipimpin Ketua DPRD Merauke Benjamin Latumahina didampingi Wakil Ketua II  Dominikus Ulukyanan, S.Pd,  seluruh anggota  DPRD Merauke yang memberikan tanggapan mulai dari Sugiyanto, Cosman Jem, Berman Pasaribu,  Johan Paulus,  Lukas Patrow, dan Dominikus Ulukyanan  menyatakan  setuju  untuk memberikan rekomendasi setelah  melihat kelengkapan dokumen yang disodorkan kepada para wakil rakyat tersebut.

    Benjamin Latumahina menjelaskan bahwa persoalan tanah eks besluit seluas 60 hektar tersebut  sudah diperjuangkan  lebih dari 10 tahun ke Kementerian Perhubungan. Tanah seluas  60 hektar itu  dimiliki oleh 3 pemilik hak ulayat yakni Kampung Yobar, Kampung Spadem dan Kampung Kayakai. Dari daftar  kepemilikan  tanah yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan  Kabupaten Merauke,  Kampung  Yobar memiliki tanah seluas 139.800 meter persegi, lalu  Kampung  Spadem seluas  435.620 meter persegi dan Kampung  Kayakai seluas  24.580 meter persegi.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *