Detasemen TNI AU Wamena Bakal Menjadi Lanud Marthen Indey

Bangunan Kantor Lanud  Marthen Indey yang saat ini sudah disiapkan. (Denny/ Cepos)

Letkol Pnb Yulianto Nurcahyo, S.Sos

WAMENA-Detasemen TNI AU Wamena direncanakan akan menjadi pangkalan udara (Lanud). Diharapkan dengan keberadaan Lanud ini nantinya akan   membantu mobilisasi kebutuhan masyarakat lewat penerbangan di Wilayah Lapago.

  Disamping itu pemerintah daerah akan menyiapkan lahan untuk pembangunan Lanud,  sehingga pelayanan yang selama diketahui banyak membawa logistik dapat diangkut pesawat hercules ke pegunungan tengah dan  bisa berlanjut.

   Danlanud (Persiapan) Marthen Indey Wamena Letkol Pnb. Yulianto Nurcahyo, SSos menyatakan pengembangan Lanud sangat diperlukan di seluruh Indonesia. Bahkan beberapa tahun terakhir ini, TNI AU sudah konsen mendirikan Lanud di beberapa tempat seperti di Sorong.

  “Mudah-mudahan di Wamena dalam waktu dekat direalisasikan, sehingga pasokan logistik akan dapat dimudahkan karena kita ketahui bersama bahwa akses ke Wamena ini yang utama adalah lewat udara.” ungkapnya Selasa (5/10) kemarin.

  Saat ini, kata Yulianto, untuk jalan darat masih sangat sulit, banyak rintangan sehingga salah satu angkutan efektif adalah udara. Diharapkan dengan adanya Lanud disini atau Lanud sudah berkembang dengan baik, akan lebih meningkatkan taraf hidup, kesejahteraan masyarakat Jayawijaya sendiri, kemudian akan menjadi daerah yang maju, dan tidak kalah dengan daerah lain.

  “Kita sudah 80 hampir 90 persen untuk Lanud, pembangunan kantor sudah kita siapkan, sudah hampir 80 persen untuk kantornya sendiri. Mungkin yang kami kurang adalah  tempat tinggal personel.” katanya

   Ia juga mohon dukungan pemerintah Jayawijaya mengalokasikan tempat untuk TNI AU dapat segera eksis membantu kegiatan atau dalam rangka memajukan daerah, teruatama daerah yang sulit dijangkau.

  “Kalau sudah ada lanud, personelnya sekitar 200 orang. rata-rata lanud yang ada di Indonesia, itu 150-200 orang. kemarin kebetulan kami juga menjabat sebagai danlanud di Maluku tengara, anggota kami sekitar 120 orang itu sudah cukup memadai untuk mengawaki daerah-daerah yang agak jauh dari perkotaan.”bebernya

  Di tempat yang sama Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH. Mhum ketika dikonfirmasi menyatakan untuk lokasi ini masih dalam tahap pembicaraan dengan pemerintah daerah, DPRD untuk penentuan lokasi dan lain-lain karena ini perlu pembiayaan yang besar .

  “Ini masih sebatas pembicaraan , sehingga kita harus sampaikan kepada pimpinan daerah dan juga DPRD Jayawijaya sehingga perlu ada perencanaan ke depan lebih baik dan bisa mendapat tempat bagus untuk teman-teman dari lanud.”tutupnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *