Berterimakasih Ada Isu Sampah Dalam Opening Seremoni

Koman Tarigan (Koman For Cepos)

JAYAPURA – Tampilan memukau tim koreografi dalam opening seremoni PON XX pada Sabtu (2/10) masih berbekas hingga kemarin. Kebanyakan menuangkan ungkapan bangganya di media social. Namun ada juga yang terang – terangan menyampaikan ke media. Salah satunya dari Mollo Jayapura Dive Community yang dipimpin Koman Tarigan. Ia awalnya tak menyangka jika dalam video seremoni pembukaan tersebut ada isu soal sampah laut yang dimunculkan. Ini menurutnya sangat tak biasa karena menampilkan hal – hal yang sifatnya mengoreksi apalagi jika pesan tersebut memberi kesan negative. “Saya pikir banyak yang tidak ‘ngeh’ dengan pesan sampah di laut ini tapi sebagai penyelam saya sangat memahami situasinya. Saya berterimakasih karena panitia sudah mau memasukkan pesan yang tak biasa ini  pada pembukaan event sebesar ini. Itu sangat hebat,” kata Koman, Selasa (5/10).

Koman sendiri awalnya tidak menyadari jika ada video berkaitan dengan sampah di dasar laut, namun setelah ditonton pelan – pelan dimana alur videonya memberi gambaran bahwa Papua memiliki keindahan alam yang luar biasa tak hanya di gunung tetapi juga  potensi lautnya. Hanya saja meski memiliki banyak kelebihan soal SDA  kelautan namun nyatanya ada persoalan lain yang muncul. Salah satunya soal banyaknya sampah perairan yang akhirnya terbuang ke laut dan mengendap di dasar laut. “Sudah beberapa kali kami mengangkat sampah dari dasar laut dan itu tidak mudah. Butuh energy dan kesiapan yang matang. Peralatan juga harus komplit dan tidak mudah karena membutuhkan anggaran yang tidak sedikit jadi  sekali lagi kami mengapresiasi  pesan singkat yang ditampilkan panitia,” beber Koman.

Selama menggeluti dunia selam kata Koman jika dilihat dari luar atau permukaan semua memang terlihat indah dan baik – baik saja. Namu sayangnya jika menyelam di dasar lautan ternyata banyak sekali sampah di dasar laut.  “Masyarakat atau kita yang tinggal di atas memang lihatnya laut bersih, biru dan lain lain tapi coba turun ke bawah. Ada banyak sekali sampah berbagai jenis. Tidk usah jauh – jauh,   dasar perairan laut di depan kantor gubernur saja disitu banyak juga sampahnya, ini belum yang dekat pasar karena sudah pasti banyak plastic yang tenggelam. Jadi pesan soal sampah dasar laut itu sangat mewakili kegelisahan kami selama ini,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *