RAPBD Perubahan Jayawijaya TA 2021 Mulai Dibahas Dewan

Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, MHum saat menyerahkan materi APBD Perubahan kepada Ketua DPRD Jayawijaya Mathias Tabuni di Ruang Sidang DPRD Jayawijaya, Senin (4/10). (Denny/Cepos)

WAMENA-Pemkab Jayawijaya secara resmi menyerahkan Materi  Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan tahun anggaran 2021 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jayawijaya untuk dibahas dan ditetapkan sebagai peraturan daerah.

   Bupati Jayawijaya dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum menyatakan Perubahan APBD merupakan suatu perubahan rencana keuangan tahunan pemerintah daerah  yang memuat rencana pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah dalam setahun  anggaran. Maka semua tergambar dalam penyelenggaraan pemerintahan.

  “Perubahan APBD ini dilakukan apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD di tahun berjalan, terjadi keadaan yang diharuskan dilakukan pergeseran anggaran dari setiap unit organisasi  dan terjadi keadaan harus menggunakan sisa lebih perhitungan tahun anggaran sebelumnya atau terjadi keadaan luar biasa atau darurat,”ungkapnya Senin (4/10) kemarin.

  Ia menyatakan pihaknya dari pemerintah dan DPRD Jayawijaya telah melakukan pembahasan bersama tentang perubahan anggaran ini. sehingga berdasarkan nota kesepakatan itu, baik kebijakan umum anggaran maupun prioritas plafon dan anggaran perubahan, maka materi diserahkan untuk dibahas bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

  “Perubahan APBD telah dimulai dengan penetapan APBD yang tahun ini mengalami keterlambatan sehubungan dengan penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan terhadap pemberlakukan peraturan mentri dalam negeri  nomor 70 tahun 2019 tentang (SIPD),”kata Yogobi.

  Ia juga berharap ada upaya percepatan pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2021 sehingga seluruh kegiatan dan sub kegiatan di tahun ini dapat diselesaikan tepat waktu, tentunya dengan memperhitungkan Global pandemic Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah sebagai bencana non alam.

  “Akibat dari ini banyak regulasi yang harus berubah seperti pengurangan pendapatan daerah dari dana tranfer serta adanya tuntutan dilaksanakan Refocusing dan realokasi APBD sebagai upaya penyediaan dana pencegahan dan penanganan Covid-19,”beber wakil Bupati

   Marthin Yogobi menjelaskan, secara garis besar perubahan APBD Kabapaten Jayawijaya TA 2021 dapat digambarkan, dari pendapatan daerah yang terdiri dari PAD, Pendapatan Transfer dan lain –lain pendapatan yang sah semula direncanakan Rp 1.397.388.894,78 berkurang sebesar Rp 6.942.748, 517, sehingga menjadi sebesar Rp 1.390.446.145.561 atau turun 0,50 persen.

  Lanjut Yogobi, untuk belanja daerah yang terdiri dari belanja operasi, modal, tidak terduga dan tranfer, semula  direncanakan Rp.1.468.402.107.176  bertambah Rp 22.712.168.950 hingga menjadi  sebesar Rp 1.491.114.276.126 atau naik 2 persen.

  “Sementara untuk pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan yang semula direncanakan Rp.71.013.213,98 bertambah sebesar Rp 29.654.917.467 sehingga menjadi Rp.100.668.130.565 atau naik 42 persen  dan pengeluaran pembiayaan ditanun 2021 tidak dilakukan.”tutup Yogobi. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *