Pembangunan BTS Tahap Kedua Dimulai

Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP disaksikan oleh para tokoh adat Kampung Wembi, saat meletakan batu pertama pembangunan BTS Internet 4G di Kampung Wembi, Distrik Manem, Kabupaten Keerom, Senin (4/10). (Yewen/Cepos)

KEEROM– Disela-sela kunjungannya ke Kampung Wembi, Distrik Manem, Kabupaten Keerom, Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP didampingi oleh para pimpinan forkompimda melakukan peletakan batu pertama pembangunan BTS internet 4G tahap kedua, Senin (4/10).

  Peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Keerom merupakan bentuk komitmen yang dilakukan oleh Pemda Keerom bekerja sama dengan Bakti Kominfo untuk menyediakan akses internet 4G kepada seluruh warga masyarakat yang ada di negeri tapal batas.

  Perlu diketahui bahwa tahap pertama, Pemda Keerom dan Bakti Kominfo telah memasang 7 BTS yang tersebar di beberapa titik yang ada di Kabupaten Keerom. Di tahap kedua ini, Pemda Keerom dan Bakti Kominfo akan membangun 10 BTS lagi di 10 lokasi yang telah ditetapkan.

  Pemda Keerom berkomitmen untuk membangun 49 BTS internet 4G yang akan tersebar di 49 titik di Kabupaten Keerom. Artinya di semua kampung-kampung diharapkan kehadiran BTS ini mampu meningkatkan layanan internet bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Keerom.

  Bupati Keerom, Piter Gusbager mengungkapkan bahwa, peletakan batu pertama tahap kedua di Kampung Wembi ini menandai pembangunan 10 BTS yang tersebar di 10 kampung atau 10 titik tahap kedua untuk jaringan 4G. “Untuk tahap satu yang berada di 7 titik sudah 80-90 persen selesai. Artinya di bulan Oktober ini sudah ada 7 titik BTS yang kita resmikan secara langsung,” ungkapnya Gusbager.

  “Nanti bulan Desember kita harapkan tahap kedua di 10 titik ini, terutama di Kampung Wembi sudah bisa kita resmikan nanti,” tambahnya.

   Menurut Gusbager, kehadiran BTS internet dengan kapasitas 4G ini tentu akan membantu para anak-anak, terutama siswa-siswi, apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini yang sangat membutuhkan fasilitas internet untuk mengikuti proses belajar mengajar secara daring atau online.

   “Kehadiran BTS ini tentu akan membantu anak-anak untuk belajar secara online, tetapi kampung juga bisa mangakses online untuk mengirim data-data secara online dari kampung langsung ke dinas-dinas terkait, tapi juga jualan-julan di kampung bisa di promosi secara online,” tutur Bupati yang berharap masyarakat adat bisa dapat mendukung pembangunan BTS ini. (bet/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *