Koreksi Bagi Pemkot Soal Tata Ruang

Warga berbondong-bondong memadamkan api menggunakan alat sederhana di kawasan pemukiman padat penduduk 28 September lalu. Persoalan tata ruang di Kota Jayapura perlu dijadikan catatan pemerintah Kota Jayapura karena banyak bangunan yang dibangun dilokasi yang tak semestinya (Gamel/cepos)

JAYAPURA-Musibah kebakaran di samping Pasar Lama Youtefa  sudah terjadi dan kerugian yang ditanggung tak sedikit. Meski masih menimbulkan trauma namun warga tetap harus menerima, tinggal bagaimana pemerintah melakukan evaluasi dari musibah tersebut. Satu yang paling menyolok adalah banyaknya rumah dari kejadian ini. Tercatat ada  501 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan api ketika itu begitu cepat menyambar rumah-rumah yang berjejer. Mobil pemadam kebakaran juga kesulitan untuk memutar kendaraan lantaran akses jalan yang sangat sempit.

Pemerintah perlu melakukan koreksi mengingat lokasi kejadian dulunya menjadi satu daerah resapan. Mulai dari Gedung Otonom Kotaraja hingga ke lokasi pasar. Dulunya merupakan daerah rendah yang kemudian ditimbun hingga seperti sekarang.  Kawasan ini juga padat penduduk sehingga  ketika terjadi musibah memang sulit untuk dilakukan langkah – langkah penanganan.

“Ini yang saya bilang PR bagi pemerintah kota. Ada banyak daerah – daerah yang tidak seharusnya dibangun tapi justru dibangun. Disini juga  menjadi kawasan padat penduduk makanya tidak heran saat terbakar banyak sekali yang ikut jadi korban,” kata pegiat sosial Kota Jayapura, Gunawan, Senin (4/10).

Pemerintah dikatakan tak bisa menutup mata tentang  persoalan tata ruang mengingat arus urbanisasi terus berjalan sementara lokasi yang bisa ditempati hampir taka da lagi. Jika ini tak terkontrol maka kawasan yang harusnya steril dari bangunan dipastikan akan diisi dengan bangunan.

“Saya tidak mau katakan terlambat tapi ya begitulah kondisinya, harusnya ini jadi bahan evaluasi, tidak bisa begini terus,” imbuhnya. Gunawan memberi contoh bangunan disamping gedung keuangan PTC Entrop bisa dibongkar rata dengan tanah karena tak berada di titik yang salah lalu mengapa daerah lain tidak dilakukan padahal banyak sekali. Selain itu  terkait kebakaran kemarin Gunawan juga menyinggung soal kesiapan pemerintah kota dengan pertumbuhan penduduk yang sejalan dengan banyaknya pemukiman baru.

“Apakah peralatan  atau sarpras kita soal unit pemadam kebakaran juga sudah diperbaharui atau masih yang lama. Kalau masih pakai yang lama saya pikir itu akan menyulitkan dikemudian hari. Pemukiman banyak kalau sewaktu – waktu terjadi kebakaran lagi dan kita masih dengan alat yang lama ya menyulitkan diri sendiri nanti,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *