Kemeriahan Pesta Kembang Api di Jembatan Youtefa Tak Kalah Seru

Warga berkumpul di Jembatan Youtefa untuk menyaksikan pesta kembang api Sabtu (2/10) lalu. (Ayu/cepos)

JAYAPURA – Opening Ceremony PON XX Papua yang dilangsungkan di Stadiun Utama  Lukas Enembe (SULE) Kabupaten Jayapura dibarengi dengan kemeriahan pesta kembang api di 3 klaster lain, untuk klaster Kota Jayapura Jembatan Youtefa menjadi sentral kemeriahan kembang api yang spektakuler Sabtu (2/10) malam kemarin .

Hal ini membuat warga kota antusias menyaksikan pesta kembang api di tempat yang menjadi ikon Kota Jayapura tersebut. Mereka mengajak teman, pasangan, anak hingga sanak saudara. “Pesta kembang api hari ini sangat ramai. Saya senang sekaligus bangga, apalagi ini di jembatan merah. Saya sudah menunggu lama sekitar jam 7 hingga akhirnnya kembang api dinyalakan pada jam 9. Papua luar biasa sekali,” Ujar Lusiana, salah satu masyarakat lokal Kota Jayapura yang juga berdagang disekitar area Jembatan Merah.

Ana, salah satu pengunjung juga mengatakan hal yang sama. “Sangat bagus dan keren sekali pesta kembang api malam ini, dan ini merupakan pertama kalinya PON diadakan di Papua,”ungkapnya. Kendati sempat mengeluh karena kemacetan disekitar area akses menuju jembatan merah, dirinya tetap mematuhi aturan keamanan.

Sementara itu, Sandy pengunjung lainnya mengatakan pesta PON di Papua ini sangat meriah dan antusias masyarakat pun sangat bagus. “Saya juga mengapresiasi panitia yang mempersiapkan acara malam ini. Walaupun kita tidak bisa menonton langsung di Stadion Lukas Enembe tetapi kita juga ada penghiburan sendiri disini.” Ujarnya.

Dirinya juga berharap untuk kedepannya venue-venue yang ada akan tetap dirawat dan atlit-atlit Papua lebih diperhatikan lagi untuk PON berikutnya yang diadakan di Provinsi lainnya. Diketahui untuk pertama kalinya Papua menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON. Sebelumnya tercatat lima daerah  diluar Pulau Jawa yang menyelenggarakan ajang empat tahunan tersebut yakni, Sumatera Utara (1953), Sulawesi Selatan (1957), Sumatera Selatan (2004), Kalimantan Timur (2008), dan Riau (2012). (cr-265)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *