Belum Ada Pengangkatan Honor K2 Jadi CPNS

dr. Willy E. Mambieuw, SpB. (Denny/ Cepos)

Tenaga Honor K2 yang Diusulkan Dinkes Diminta Lengkapi Berkas

WAMENA-Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya memastikan bahwa hingga saat ini  belum ada hasil pengangkatan CPNS dari tenaga honorer K2, dimana tak ada pengumuman lulus atau tidak. Tetapi yang diminta ini adalah pemberkasan dari nama-nama yang diusulkan sejak awal dari setiap Puskesmas melalui sistem penjaringan.

    Menurut Kepala Dinas Kesehatan dr. Willy E. Mambieuw, SpB, hasil dari honorer K2 yang diusulkan menjadi CPNS itu sebenarnya tidak diumumkan secara kolektif. Itu yang pernah diusulkan oleh Dinas Kesehatan itu hanya untuk dimintai verifikasi data mereka, karena kemarin hanya sebatas nama saja yang diusulkan dari setiap Puskesmas ke Dinkes.

   “Kita tidak lagi umumkan, tetapi yang kita pernah usul itu yang teman- teman dari BKD meminta berkasnya untuk dilakukan verifikasi. Contoh untuk tenaga kesehatan itu nanti dilihat tahun kelahiran dan tahun kelulusannya,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Sabtu (2/10) kemarin.

   Menurutnya, saat ini untuk honorer K2 masih dilakukan validasi data dari setiap tenaga Nakes yang masuk dalam K2. Bagi yang pernah diusulkan itu yang diminta pemberkasan seperti ijazah terakhir, KTP-nya, ini yang akan dilihat kembali. Kalau untuk diterima dan tidak diterima sebagai CPNS, tegas Willy,  itu belum ada hasilnya. Kemungkinan nanti usai dilakukan pemberkasan.

    “Sampai saat ini belum ada hasil siapa yang diterima dan siapa yang belum diterima, yang diminta saat ini adalah masalah pemberkasan dari setiap nakes yang diusulkan oleh Dinas Kesehatan beberapa waktu lalu ke BKD,”jelasnya.

   Ia menyatakan dari BKD  memberikan surat kepada setiap OPD yang ada, sehingga setiap OPD yang mengusulkan nama pegawai ini, maka OPD yang bersangkutan melakukan validasi data ini dari setiap nama yang diusulkan. Khusus untuk tenaga kesehatan itu memasukkan berkasnya ke Kantor Dinas Kesehatan yang melakukan validasi data yang diusulkan sendiri.

   “Setelah kami validasi data usulan yang sudah kami sampaikan beberapa waktu lalu, maka kami akan kembali menyerahkan data tersebut ke kembali ke BKD lagi, nanti mereka yang melakukan validasi kedua lagi .”beber Kadinkes Jayawijaya.

   dr. Willy menegaskan bahwa Dinkes tidak menentukan siapa yang nanti lulus menjadi pegawai atau tidak dari tenaga K2 yang diusulkan. Sebab, yang punya kewenangan itu dari BKD. Dinkes hanya mengumpulkan berkas-berkas dari usulan yang sebelumnya lewat sistem penjaringan dari puskesmas.

   “Sistem penjaringan kami itu, setiap puskesmas yang mengusulkan kepada kami Dinas Kesehatan, teman-teman tenaga Nakes yang bekerja disana yang lama  dan kita akan rekap serta dilanjutkan ke BKD, kini kami baru melakukan verifikasi berkas,” tegasnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *