Anak Muda Perlu Peka Soal Perubahan Iklim

Suasana meet up perdana terkait rencana aksi muda jaga iklim yang akan digelar di Jayapura beberapa waktu ke depan. Disini anak muda diminta lebih peka dan mau berbicara terkait krisis iklim. Foto diambil Minggu (3/10) di Jayapura. (Gamel Cepos)

JAYAPURA  Hutan Papua hingga kini masih tergerus ancaman deforestasi. Dimana dalam kajian setiap menitnya ada hutan dengan ukuran 3 kali lapangan sepakbola yang hilang dibabat untuk berbagai kepentingan. Dampak dari ini sangat jelas bahwa terjadi perubahan iklim yang telah mengarah pada krisis iklim. Kelompok muda di Jayapura dirasa tidak bisa menunggu untuk terjadinya perubahan  lingkungan yang lebih buruk. Anak – anak muda yang tergabung dalam komunitas ini perlu dirangkul untuk sebuah gerakan masive untuk kepedulian yang sama.

Yayasan Eco Nusa sendiri tengah mendorong agenda Aksi Muda Jaga Iklim dan mengajak kelompok – kelompok muda di Jayapura untuk bergerak dan ikut memikirkan sebuah  kepedulian  soal iklim melalui genre masing – masing. “Kita mencatat ada 1761 bencana alam yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir dan kami mau katakan bahwa ini bukan tanpa sebab tetapi pasti ada penyebabnya, salah satunya adalah karena iklim yang terganggu. Misal saja, hutan dibabat sudah pasti akan ada dampaknya, kata Adi, Program Officer dukungan publik dan kaum muda, Yayasan Eco Nusa saat meet up perdana di Jayapura, Minggu (3/10).

Ia menyampaikan bahwa pada bulan Oktober mendatang dari kolaborasi ini paling tidak akan lahir gerakan bersama yang berkaitan dengan iklim. Gerakan ini dilakukan di sejumlah titik di Papua. “Gerakan apapun itu, bisa penanaman pohon, grebek sampah termasuk membuat ecobrick itu juga bagian dari gerakan. Nah moment puncaknya nanti di 28 Oktober persis di hari Sumpah Pemuda. Disini semua komunitas kami harap bisa berkumpul untuk bercerita,” jelasnya. “Anak muda di Papua harus mulai bersuara, berbicara tentang isu – isu terkini yang berkaitan dengan lingkungan. Jangan  diam sebab semua harus disuarakan dan anak muda yang harus bicara,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *