Rumah Tak Dilalap Api Jadi Pembicaraan Warga

Salah satu rumah yang berdinding seng biru terlihat masih berdiri diantara puing – puing bangunan yang terbakar. Warga sempat bertanya mengapa rumah ini tidak tersentuh api mengingat disekeliling rumah tersebut semua ludes terbakar. Foto diambil Jumat (10/9). ((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Ada yang menarik dibalik kejadian kebakaran di kawasan padat pemukiman di samping Pasar Yotefa Abepura, 28 September lalu. Bagaimana tidak, dari kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal sebanyak 501 kepala keluarga ternyata ada satu rumah yang lolos dari jilatan api. Jika dilihat dari sisi pinggiran pasar terlihat jelas ada 1 rumah berdinding seng berwarna biru yang tak terbakar. Alhasil dari situasi tersebut muncul pertanyaan besar bagi korban maupun masyarakat sekitar soal mengapa rumah tersebut tak ikut terbakar.
Cenderawasih Pos sempat mendengar komentar – komentar warga yang menyebut jika pemilik rumah tersebut adalah orang sakti. Maksudnya adalah mempunya kelebihan untuk beberapa hal. “Kami juga bingung kok rumah itu sendiri yang tidak terbakar, coba lihat kiri kanannya dan belakangnya sudah terbakar tapi rumah itu bisa tetap utuh,” kata Aming, salah satu warga di lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa pemilik rumah tersebut bernama Pak Arifin, pria lanjut usia yang juga berjualan di Pasar Yotefa. “Orangnya rambutnya sudah putih dan biasa jualan pinang di pintu masuk,” katanya. Pak Arifin juga dikenal bisa mengobati beberapa penyakit terlebih ketika ada orang yang kesulitan untuk melahirkan.
“Kalau ada yang sulit melahirkan coba saja datang ke beliau,” tambah Aming. Pria lainnya bernama Muklis juga membenarkan pernyataan pertama. Dikatakan Pak Ari
fin kemungkinan “memagari” rumahnya sehingga tidak dilahap api. “Kalau bisa memagari semua rumah kemarin mungkin lebih bagus, tapi kami juga dengar beliau kadang pakai doa,” tambah. Cenderawasih Pos sempat melintas di sekitar lokasi dan disini terlihat rumah di kiri kanan dan bagian belakang dari rumah Pak Arifin ini habis terbakar. Namun ada warga yang menyampaikan jika ada bagian rumah pak Arifin yang sedikit terkena sambaran api. “Bagian bawah kamar mandinya nampaknya ikut terbakar,” sambung wanita paruh baya ini. Ia membenarkan jika kejadian ini sempat menjadi pembicaraan warga. “Ia warga kemarin cerita juga,” tutupnya. Di depan rumah yang hampir semua berdinding seng ini terlihat beberapa warga yang membuat tenda di atas badan jalan. Mereka makan dan ngobrol persis di atas badan jalan dengan beberapa barang yang terlihat berantakan. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *