Gubernur Lukas Enembe (Erik / Cepos)

*PON XX, Papua Target Lima Besar, Juara Umum Terbuka Lebar

JAYAPURA-Pekan Olahraga Nasional atau PON pertama kali digelar di Surakarta pada 8-12 September 1948. Hingga kini, perjalanan PON telah mencapai pada edisi XX yang digelar di Bumi Papua. Negara telah mempercayakan Papua sebagai tuan rumah PON XX 2021.
PON XX sedianya digelar pada tahun 2020, namun karena pandemi Covid-19, pemerintah pusat dan Papua sepakat untuk menunda pesta olahraga terakbar tanah air itu satu tahun.
Di Papua, PON XX akan digelar di empat kluster penyelenggara, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah dengan mempertandingan 37 cabang olahraga, 56 disiplin, dan 681 nomor pertandingan.
Sabtu (2/10) ini, PON XX akan dibuka secara resmi di Stadion Lukas Enembe. Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dan Gubernur Papua Lukas Enembe dijadwalkan akan membuka upacara PON XX 2021 Papua.
Masyarakat Papua harus menunggu sekitar 74 tahun untuk bisa mendapatkan jatah sebagai tuan rumah. Hari ini akan tercatat sebagai sejarah baru bagi tanah Papua. Akankah PON kembali digelar di Papua, serpihan surga yang jatuh ke Bumi.
Dalam mendukung pelaksanaan PON XX Papua, perhatian pemerintah pusat patut diberikan apresiasi.
Presiden Jokowi menunjukan komitmen yang besar untuk suksesnya PON XX di Papua. Dua Inpres PON dan Peparnas menjadi bukti nyata Jokowi.

Perjalan Papua di Ajang PON
Di ajang PON, Papua pertama kali menjadi kontestan pada PON VII Surabaya pada tahun 1969. Saat itu Papua yang masih bernama Irian Barat, hanya mengikuti beberapa cabang olahraga mampu meraih 1 medali emas dan 1 perunggu dari cabang olahraga atletik dan menempatkan Papua pada urutan 17.
Kemudian PON VIII tahun 1973 di Jakarta, Papua yang kembali berganti nama Irian Jaya mulai memperbaiki peringkatnya menempati posisi 15 dengan perolehan 1 medali emas, 4 perak dan 7 medali perunggu.
Beranjak dari situ, Papua terus serius melakukan pembinaan prestasi atlet, alhasil di IX Jakarta 1977, Papua mampu meraih 7 medali emas, 14 perak dan 7 perunggu. Menempatkan Papua pada urutan 8.
Prestasi atlet-atlet Bumi Cenderawasih terus membaik. Pada PON X tahun 1981 di Jakarta, Papua kian mulai menunjukan talenta alamiah dengan menyabet 13 medali emas, 24 perak dan 19 perunggu. Papua akhirnya berhasil finish pada urutan 7.
Pernah di Posisi 5 Besar

Pelaksanaan PON XI tahun 1985 di Jakarta menjadi capaian prestasi terbaik yang pernah ditorehkan oleh para atlet Papua. Untuk pertama kalinya, Papua bisa menembus 5 besar dalam perolehan medali.
Kala itu, Papua berhasil mengumpulkan 72 medali. Terdiri dari 23 medali emas, 24 medali perak dan 25 medali perunggu. Menempati posisi 5 merupakan sejarah bagi kontingen Papua dalam 13 edisi selama mentas di ajang PON.
Kemudian PON XII yang kembali digelar di Jakarta pada tahun 1989, prestasi Papua tetap konsisten. Papua tetap meraih 23 medali emas, 23 medali perak dan 16 medali perunggu. Sayangnya, Papua saat itu harus turun satu tangga dan menempati peringkat 6.
PON XIII tahun 1993 di Jakarta, perolehan medali Papua mulai redup. Papua hanya mampu meraih 17 medali emas, 14 perak dan 16 perunggu. Untungnya hasil tersebut masih menempatkan Papua pada peringkat 6.
Dan PON XIV Jakarta tahun 1996, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut Papua finish pada urutan 6. Saat itu Papua kembali meraih 17 medali emas, 17 perak dan 16 perunggu.
Kemudian pada PON XV di Surabaya pada tahun 2.000, perolehan medali Papua cukup baik, setelah merengkuh 18 medali emas, 17 perak dan 23 perunggu. Namun hasil tersebut justru membuat Papua kembali turun satu tangga pada posisi 7.
Papua kembali menempati posisi 7 pada PON XVI Palembang 2004. Sebenarnya, Papua saat itu meraih 23 medali emas, 13 peram dan 18 perunggu. Capaian tersebut sebenarnya lebih baik dari PON sebelumnya, namun belum cukup untuk mendongkrak posisi Papua.
Prestasi Papua mulai tidak konsisten saat tampil di PON XVIII di Kalimantan Timur tahun 2008. Kala itu, Papua hanya menyabet 14 keping emas, 23 perak dan 16 perunggu. Papua pun harus finish pada urutan 11.
Adapun 14 medali emas Papua disumbangkan melalui cabor dayung 4 medali, PABBSI 3, atletik 2, terbang layang 2, selam 1, dan voli indoor/pasir 2 medali.
Pada PON XVIII Riau tahun 2012, prestasi Papua kembali mengulang capaian PON VIII tahun 1973. Prestasi Papua terjun bebas dan hanya meraih 9 medali emas, 11 perak dan 36 perunggu. Papua pun harus puas berada pada peringkat 15.
Perolehan medali emas hadir dari cabang olahraga dayung 6 medali, kemudian 3 medali emas lainnya hadir dari binaraga, atletik dan tinju.
Kemudian di ajang PON XIX Jawa Barat 2016, Papua kembali memperbaiki peringkat dengan menempati posisi 7 setelah sukses meraih 19 medali emas, 17 perak dan 32 perunggu.
Adapun 19 medali emas Papua lahir dari cabang olahraga dayung 4 medali, dansa dan biliar sama-sama menyumbang 2 medali. Kemudian berkuda, tarung derajat, selam, sepatu roda, tenis, terbang layang, karate, hockey, atletik dan binaraga masing-masing menyumbang 1 medali emas.
PON kali ini, giliran Papua menjadi tuan rumah. Target tinggi sudah diusung oleh Papua jauh-jauh hari. Masuk dalam lima besar bahkan juara umum menjadi prioritas pemerintah Papua melalui KONI Papua.
Dalam mewujudkan target itu, KONI Papua sudah melakukan beberapa upaya dalam menciptakan atlet potensial. Seperti melakukan TC berjalan dan TC terpusat. Bahkan dari 34 kontestan yang tampil di PON kali ini, kontingen Papua merupakan yang paling lama dalam melakukan pemusatan latihan.
Kans Papua untuk menempati peringkat lima besar bahkan juara umum juga terbuka lebar. Pasalnya, menyandang status tuan rumah, Papua berhak mengisi seluruh nomor yang dipertandingan.
Untuk pelaksanaan PON XX, KONI Papua telah menyiapkan 945 atlet yang akan tampil pada pelaksanaan PON XX 2021 Papua. Bahkan untuk mencapai prestasi, KONI Papua telah melewati beberapa program dalam menunjang prestasi atlet Papua.
“Agar dapat mencapai prestasi di PON XX 2021 Papua perlu dirancang sebuah konsep yang berisi strategi dalam pembentukan kontingen Papua menuju sukses PON XX 2021. Dari perancangan konsep tersebut lahirlah rumusan – rumusan yang diperlukan untuk dapat meraih sukses prestasi di PON XX 2021 Papua, diantaranya pembentukan pemusatan latihan provinsi (Puslatprov) yang didalamnya bersinergi baik dari KONI Papua beserta jajaran dari TNI dari Pangdam XVII/Cenderawasih yang terlibat didalamnya,” ungkap Sekum KONI Kenius Kogoya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Kantor KONI Papua, Jumat (1/10).
Menurut Kenius, dengan terbentuk dan berjalannya Puslatprov, dari titik itulah terbentuknya harapan agar dapat mencetak atlet, pelatih, asisten pelatih, dan official unggulan.
Kata Kenius, seiring berjalannya pemusatan latihan dan melakukan promosi dan degradasi dari atlet, untuk mempertajam performa atlet juga perlu didukung dengan kemampuan pelatih yang mumpuni agar dapat mencetak atlet unggulan peraih prestasi pada PON XX 2021 Papua.
“Maka kami melakukan penataran dan seleksi untuk pelatih, asisten pelatih dan official. Dengan harapan para pelatih yang sudah dibina di penataran dapat lebih maksimal melatih atlet untuk menciptakan atlet juara yang bertanding di PON XX 2021 Papua,” ujar Kenius.
“Setelah dilakukan program pemusatan latihan agar dapat tercipta alur latihan yang progresif dan terukur maka kami juga menciptakan program periodisasi latihan yang terstruktur dan tepat. Dengan harapan output yang maksimal dan sesuai dari atlet yang bertanding di Cabornya masing-masing,” sambung Kenius.
Selain itu, Kenius menceritakan, bahwa mereka tidak hanya mengandalkan fisik yang tangguh. Tapi dalam menciptakan atlet juara, KONI dan Puslatprov pun juga memberikan pelatihan mental agar setiap atlet Papua benar-benar memiliki jiwa petarung saat tampil di PON XX 2021.
“Oleh karenanya kita juga membangun pelatihan mental atau character building bagi para atlet , pelatih, asisten pelatih serta official yang tidak lepas juga dibantu oleh personalia TNI dari Pangdam XVII/Cenderawasih di Puslatprov. Dari seluruh rangkaian pelatihan agar dapat menimbang progress latihan dan melihat output-nya, kami juga melakukan tes fisik, kesehatan dan psikologi kepada seluruh atlet agar dapat mengukur sejauh mana perkembangan fisik dari atlet yang disiapkan untuk bertanding di arena PON,” ucap Kenius.
Kenius optimis, PON kali ini Papua bisa mencapai target yang sudah diberikan oleh Gubernur Papua, selaku Ketua KONI dan PB PON Papua.
“Target kita memang lima besar, lima besar itu bisa urutan lima, empat, tiga dua dan bahwa bisa menjadi juara umum. Dengan melihat perolehan medali sementara, sangat terbuka lebar Papua bisa mencapai juara umum,” ujar Kenius.
Kenius juga mengatakan bahwa Papua menaruh harapan yang sama kepada 37 cabang olahraga, termasuk Cabor baru bagi kontingen Papua tetap di targetkan medali emas.
Kenius bertutur, seluruh 37 cabang olahraga yang sudah melakukan pemusatan latihan mendapatkan porsi latihan yang sama serta mendapatkan peralatan dan hak yang sama. Sehingga kata Kenius, 37 cabang olahraga semua ditargetkan medali emas.
“Semua punya target, jadi mau cabang olahraga baru atau lama pun, targetnya sama meraih medali emas tentunya. Jadi semua punya target untuk capaian itu, tidak ada pengecualian sebenarnya untuk itu,” tegas Kenius.
“Karena mereka latihan dengan waktu yang sama dan mendapatkan fasilitas yang sama, sehingga kami anggap semua Cabor itu punya peluang yang sama untuk mendapatkan perolehan medali,” sambung Kenius.
Kenius kembali menegaskan, tidak ada cabang olahraga unggulan di PON XX 2021. Tapi seluruh cabang olahraga yang disiapkan KONI memiliki kans yang sama dalam mendulang medali emas. “Jadi kita tidak melihat bahwa Cabor mana yang unggul dan tidak, tapi semuanya peluang untuk memperoleh medali,” tandasnya.
“Target yang diharapkan kontingen provinsi Papua sebanyak 84 medali emas, yang akan direbut oleh atlet – atlet unggulan Papua. Dan saya juga ucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada seluruh personalia yang terlibat dari awal hingga akhir dalam strategi Papua untuk meraih prestasi di PON XX 2021 Papua,” kata Kenius.
Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe juga memberikan motivasi bagi para atlet Papua dalam meraih prestasi. Orang nomor satu di Papua itu telah menyiapkan bonus yang fantastis bagi para atlet yang berhasil meraih medali.
Untuk medali emas perorangan, Gubernur Enembe akan memberikan bonus senilai Rp. 1 miliar per atlet, medali emas beregu Rp. 650 juta per atlet, medali perak perorangan Rp. 500 juta per atlet, medali perak beregu Rp. 325 juta per atlet, medali perunggu perorangan Rp. 250 juta per atlet, perunggu beregu Rp. 162,5 juta per atlet.
Sementara untuk atlet yang gagal mempersembahkan medali, Gubernur Enembe mengaku tetap akan memberikan apresiasi kepada setiap atlet dengan bonus Rp. 10 juta per atlet. (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *