PON Papua Momentum Kebangkitan Indonesia dari Covid-19

Gubernur Papua, Lukas Enembe disaksikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menerima Api PON XX Papua dari pemain sepokbola asal Papua Boaz Solossa di Gedung Negara Provinsi Papua, Jumat (1/10) kemarin. (Dian Mustika For Cepos)

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., menyerahkan Obor Api PON XX Papua kepada Boaz Solossa untuk diarak. (Gratianus/Cepos)

 

Sekda Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi menerima Obor Api PON XX Papua dari tim kirab Kota Jayapura di Telaga Maya, Kabupaten Jayapura, kemarin. (Robert Mboik Cepos)

 

JAYAPURA-Gubernur Papua, Lukas Enembe, sip., mh., menegaskan, PON XX Papua menjadi momentum kebangkitan Bangsa Indonesia dari pandemi Covid-19. Meski pelaksanaan PON XX masih ada kekurangan namun semangat dari semua pihak, PON XX dapat berjalan dengan lancar. Gubernur Enembe juga sangat bersyukur atas kehadiran Presiden Republik Indonesia yang telah sampai ke Jayapura, Jumat (1/10) sore.
“Kehadiran Presiden di Jayapura merupakan komitmen beliau yang mengharuskan beliau hadir di Papua. Banyak yang tidak mau datang ke Papua karena termakan isu terhadap kondisi di Papua yang tidak baik, tetapi Presiden membuktikan bahwa kami orang Papua, orangnya baik-baik,” tegas Gubernur Enembe dalam acara dinner bersama Presiden RI, di Gedung Negara Dok V Jayapura, kemarin malam.
Lanjutnya, Papua merupakan bagian dari Indonesia. Untuk itu, pelaksanaan PON XX adalah hal yang luar biasa bagi Papua. Dimana semua orang merindukan dan mendukung pelaksanaan PON XX di Papua.
Dirinya juga menjamin bahwa pelaksanaan PON XX di Papua dijalankan dengan aman dan terkendali. Karena semua masyarakat Papua mendukung pelaksanaan PON XX di Papua.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden yang terus mensuport pelaksanaan PON XX di Papua. Bahkan sampai menyempatkan diri hadir di Papua untuk membuka event PON XX di Papua,” tambahnya.
Dirinya juga mengajak kepada semua tamu undangan yang telah datang ke Papua untuk menyaksikan PON XX di Papua, agar dapat juga menikmati pemandangan alam di Papua, keragaman buadaya di Papua.
“Jangan sampai terlewatkan, banyak keindahan alam yang tersimpan di Papua. Jangan datang hanya untuk PON saja, tetapi sempatkan diri menikmati keindahan Papua. Karena Papua merupakan wilayah paling timur Indonesia, yang juga membutuhkan waktu cukip panjang ke Papua, sayang jika kesepentan tersebut dilewatkan begitu saja,” tambahnya.
Lanjut Gubernur Enembe, pada kesempatan yang baik ini, pihaknya mengucapkan selamat datang dan selamat menyaksikan pelaksanaan PON XX di Papua.
Di tempat yang sama, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen. TNI (PURN) Merciano Norman dalam sambutanya, memberikan apresiasi kepada Gubernur Papua atas penyambutan yang luar biasa.
Dirinya juga menyampaikan, penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Wali Kota Jayapura, Bupati Jayapura, Bupati Mimika dan Bupati Merauke, yang telah bekerja keras menyambut para peserta PON yang datang bertanding di Papua.
“Dengan diundurnya PON XX yang semula harus dilaksanakan pada Oktober 2020, dan ditunda pada Oktober 2021, banyak keraguan di antara kita. Banyak pro dan kontra di antara kita tentang pelaksanaan PON XX. Tetapi kerja keras dari semua pihak di Papua dan bertekan menyukseskan PON ini,” tegasnya.
Diakuinya, pelaksanaan PON XX kali ini berbeda dengan pekan olahraga lainnya, karena dilaksanakan dimasa yang sangat sulit yaitu dimasa pandemi Covid-19. Banyak orang menyaksikan apakah mungkin PON XX dilaksanakan di Papua.
“Tetapi dengan pengalaman yang cukup baik yaitu merujuk pada olimpiade di Tokyo, yakni olimpiade tersebut bisa berjalan dengan Prokes yang ketat oleh karena itu maka PON XX juga bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, setelah diarak di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat, akhirnya, rombongan kirab api PON XX Papua tiba di tanah Port Numbay, Kota Jayapura, Jumat (1/10) pagi.
Memimpin rombongan, tiga atlet berprestasi yang menjadi kebanggaan Indonesia yaitu Boaz Solossa (sepakbola), Lilis Karubaba (Pencak Silat) dan Taufik Hidayat (Bulutangkis) menyerahkan obor bermotif Tifa dan diterima Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM.
“Selaku Wali Kota Jayapura merasa bangga menyambut api PON ini, mengingat penyelenggaraan PON ini sendiri menjadi sejarah bagi Papua. Khususnya Kota Jayapura sebagai klaster penyelenggara terbesar dengan mempertandingan 16 cabor, 22 displin olahraga,  di 16 venue pada PON ini,” ucap Benhur Tomi Mano.
Dengan telah berkumpulnya atlet terbaik dari seluruh daerah di Indonesia, semuanya siap berkompetisi dan menarget juara.
“PON jadi momentum untuk menggalakan kompetisi olahraga nasional yang dimulai dari tingkat kampung, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Dengan semua bergerak sehingga lahir bibit atlet yang berprestasi dan menjadi kebanggaan Indonesia,” tambahnya.
Di tempat yang sama Ketua Harian PB PON Papua, Dr. Yunus Wonda, mengapresiasi rombongan kirab api PON yang telah melintasi wilayah Papua dan Papua Barat.
“Kirab api akan diarak keliling Kota Jayapura dan pada akhirnya dibawa ke Kabupaten Jayapura, tepatnya di Stadion Utama Lukas Enembe Kampung Harapan, pada saat pembukaan PON oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo,” tambah Yunus Wonda.
Yunus Wonda memastikan bahwa persiapan akhir pembukaan PON sudah mencapai 95 persen, yang akan ditambah 5 persen dalam pelaksanaannya, sehingga total menjadi 100 persen sukses dilaksanakan.
“Kita imbau masyarakat yang akan menyaksikan pembukaan PON, syaratnya jelas sudah harus vaksin sebanyak 2 kali atau telah melakukan vaksinasi dosis kedua,” pungkasnya.
Adapun kedatangan Api PON dari kota Jayapura disambut meriah oleh ratusan masyarakat adat dan kepala suku di Telaga Maya Kabupaten Jayapura.
Hal ini mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari Pemkab Jayapura karena dukungan yang begitu besar dari masyarakat adat Kabupaten Jayapura terkait dengan penyelenggaraan PON ini.
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., mengatakan, dalam upacara penyambutan api PON masuk ke Kabupaten Jayapura itu,  sejumlah elemen masyarakat adat di wilayah Kabupaten Jayapura turut ambil bagian dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan PON di Kabupaten Jayapura.
“Penyambutan api PON, mendapat dukungan penuh dari masyarakat adat mereka akan ambil bagian dalam upacara penyambutan yang dilaksanakan di Telaga Maya,” ungkap Mathius Awoitauw, Jumat (1/10).
Dia mengatakan keterlibatan masyarakat adat  dalam menyambut kirab Api PON ini sebagai bentuk dukungan agar kegiatan ini bisa diselenggarakan dengan baik dan sukses di Kabupaten Jayapura.
“Mereka mendukung penuh, ada ondofolo, tim tari, kepala kampung. Ini satu hal yang luar biasa. Bahwa mereka sangat mendukung kegiiatan ini bisa sukses diselenggarakan,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura,  Hanna Hikoyabi mengatakan, upacara penyambutan kedatangan kirab api PON di Kabupaten Jayapura ini sangat luar biasa. Karena ditandai dengan keterlibatan dan dukungan yang penuh dari masyarakat adat di wilayah pesisir danau Sentani dan sekitarnya.
“Ini tanda-tanda Kebesaran Tuhan di tanah Papua. Hari ini masyarakat adat terlibat luar biasa untuk menyambut kedatangan api PON di Kabupaten Jayapura,” kata Sekda Hanna Hikoyabi, di sela-sela penerimaan penyerahan api pun dari pemerintah kota Jayapura ke Pemerintah Kabupaten Jayapura di Telaga Maya, Sentani Timur.
Dalam kesempatan itu, Sekda Hanna Hikoyabi berharap agar penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional di Kabupaten Jayapura ini dapat berjalan dengan aman lancar dan sukses seperti yang diharapkan oleh pemerintah.  (ana/gr/roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *