Kedepankan Cara Humanis dan Persuasif 

 

Danrem 174/ATW Brigjen TNI Bangun Nawoko didampingi Danlantamal XI Merauke, Danlanud JA Dimara Merauke dan Kapolres Merauke saat melakukan pemeriksaan pasukan dalam rangka pengamanan kunjungan Presiden ke Merauke, Minggu (3/10).  (Sulo/Cepos )

**Pesan Danrem kepada Pasukan Pengamanan Kunjungan Presiden

MERAUKE – Dalam rangka pengamanan kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Merauke, Minggu (3/10) , digelar apel pasukan pengamanan di lapangan Makodim 1707/Merauke, Sabtu (2/9). Dalam apel pengamanan ini, Danrem 174/ATW Brigjen TNI Bangun Nawoko, SIP didampingi Danlantamal XI Merauke,

Kolonel (Mar) Edy Prakoso, S.E., Danlanud JA Dimara Merauke, Kolonel Pnb A. Gogot Winardi dan Kapolres Merauke, Ir. Untung Sangaji, M. Hum., melakukan pengecekan personel dan sarana alutsista yang akan digunakan dalam mengamankan orang nomor satu di Indonesia itu.

Pada kesempatan itu, Danrem menjelaskan bahwa gelar apel pasukan yang dilakukan ini untuk menjawab apa yang telah dimohonkan pada 17 Agustus 2021 kepada Presiden Joko Widodo dimana masyarakat Merauke memohon untuk bisa datang ke Merauke dalam rangka meresmikan PLBN Sota. ‘’Luar biasa karena permohonan masyarakat Merauke itu disetujui dan akhirnya Bapak Presiden besok akan mengunjungi kita khususnya di Merauke dan Sota,’’ jelasnya.

Danrem Bangun Nawoko menjelaskan bahwa pengamanan presiden dan wakil presiden menurut UU menjadi tanggung jawab TNI. Tapi harus disadari bersama bahwa tugas untuk menjamin keamanan kepada siapapun baik kepada presiden maupun kepada masyarakat tidak bisa dilakukan seorang diri.

‘’Artinya, apel gelar pasuan ini mengandung arti bahwa untuk menyukseskan tugas pengamanan presiden ini kita harus bersinergi. Kita harus bekerja sama dan kita harus berkomunikasi dan berkoordinasi,’’ terangnya.

Menurut Danrem, yang harus diingat bahwa tugas pengamanan presiden dan wakil presiden ini derajatnya paling tinggi di atas tugas-tugas yang lain. Baik tugas dalam negeri maupun tugas operasi luar negeri. Artinya tugas pengamanan presiden ini tidak boleh ada kesalahan sedikitpun.

‘’Untuk itu, bagi kalian yang sudah dibagi tugasnya bagi pam rute, pam RI 1, pam RI 2, pam RI 3 maupun yang berhubungan dengan transportasi dan sebagainya, kalian harus cek dan ricek lagi. Yakinkan individu dan personel harus memahami tugasnya masing-masing,’’ pintanya.

Namun yang harus diingat, lanjut dia bahwa dalam pelaksanaan tugas yang diharapkan sekali adalah mengedepankan cara-cara yang persuasif dan humanis.

‘’Sehingga kehadiran, tampilan dan perilaku kita tidak menimbulkan ketakutan di masyarakat. Saya yakin, masyarakat Merauke akan berinteraksi cukup dekat dengan bapak Presiden kita. Masyarakat bisa berinteraksi dengan aman dan nyaman. Tapi kita bisa menjaga keamanannya sehingga masing-masing orang harus menempatkan dirinya, harus berlaku dan bertindak sesuai dengan standar operasional prosedur,’’ pungkasnya. Soal jumlah personel yang diturunkan dalam pengamanan kunjungan Presiden ini, Danrem mengungkapkan bahwa sangat cukup. Apalagi bertepatan dengan pelaksanaan PON XX Papua ada tambahan Brimob dari luar Papua di Merauke. (ulo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *