Ada Bayi Berusia 20 Hari yang Selamat

Anak – anak pengungsi ketika menyantap mie yang menjadi makan siang mereka Jumat (1/10) di lokasi halaman Masjid Al Ashari. Jumlah terakhir korban kebakaran di lokasi samping Pasar Yotefa berjumlah 1070 jiwa. (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Musibah kebakaran di samping Pasar Yotefa Abepura 3 hari lalu menyimpan banyak cerita duka. Namun satu hal yang patut disyukuri adalah tak ada korban jiwa dari kejadian ini. Meski ada 2 orang yang terkena luka bakar namun semua bisa selamat alias tak ada yang meninggal. Nah dari sekian bayak korban kebakaran ternyata ada bayi berusia 20 hari yang selamat. Bayi tersebut kini bersama orang tuanya diungsikan di halaman Masjid Al Ashari tak jauh dari lokasi kebakaran.
Ia siang kemarin terlihat masih ditidurkan sambil ditutupi kelambu halus. Dari total korban yang terdata hingga Jumat (1/10) kemarin tercatat ada 35 bayi dengan total keseluruhan 1070 jiwa. Para korban ini diungsikan di 5 posko yang dibuat oleh pemerintah maupun yang didirikan secara mandiri oleh warga. Flavius Josephus dari Bidang Bantuan Sosial Dinas Sosial Kota Jayapura menyampaikan bahwa hingga Jumat kemarin seluruh warga sudah masuk ke tenda penampungan.
Hanya saja dari kebutuhan warga yang dianggap urgent adalah fasilitas MCK. “Warga korban kebakaran memang ada menyampaikan kepada kami soal kebutuhan MCK karena hingga kini mereka lebih banyak pakai yang di masjid. Ad juga yang numpang,” kata Flasius saat ditemui di posko induk kemarin. Petugas di Masjid Al Ashari ini menyampaikan bahwa ada 176 warga yang mengungsi ke halaman masjid dan yang dibutuhkan adalah perlengkapan bayi. Disini warga tidur melantai tanpa tenda karena bagian atas terlindungi atap, hanya saja posisinya sangat dekat dengan tumpukan sampah.
Flavius menjelaskan terdapat 501 kepala keluarga dengan perincian 623 laki – laki dan 447 perempuan dengan total keseluruhan 1070 jiwa. “Disini korban semua diberi makan 3 kali sehari dan ada dapur umum yang disiapkan sedankan jika ada yang sakit disini kami juga di backup oleh Baznas sehingga bila ada yang sakit biasa kami rekomendasikan untuk dilayani di mobil klinik Baznas,” bebernya. Untuk waktu tanggap darurat sendiri kata Flavius pihaknya masih menunggu apakah hanya 1 minggu atau 2 minggu. “Untuk situasi tanggap darurat jika skala kecil hanya 1 minggu sedangkan skala besar itu 2 minggu tapi kami masih menunggu instruksi pimpinan dan kami siap saja,” pungkasnya.
Sementara terkait keluhan fasilitas MCK yang dikatakan sangat dibutuhkan, menurut pegiat social Kota Jayapura, Gunawan jika memungkinkan ada baiknya MCK portable yang dimiliki Pemkot bisa digeser sebagian ke lokasi kebakaran dengan memastikan kecukupan air. “Kan MCK portable ini jumlahnya banyak saat PON, saya lihat di venue-venue juga disiapkan. Nah milik Pemkot ini digeser ke lokasi saja ketimbang di venue tidak semua akan menggunakan MCK seperti itu,” saran Gunawan. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *