Semangat Api PON Harus Terus Dikobarkan

Wakil Ketua   Subda PB PON  Papua Klaster Merauke Elianor Dumatubun saat mernyerahkan Api PON XX Papua ke Wakil Ketua LMA Kabupaten Merauke Yohan Mahuze untuk selanjutnya diserahkan ke 4 atlet legendari untuk diarak keliling kota Merauke saat tiba di Merauke, kemarin.    (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Api PON XX Papua yang dikirab mulai dari Kota Sorong  melewati beberapa kabupaten di Papua yang mewakili wilayah adat  sampai di Kabupaten Merauke, Kamis (30/9).  Api PON XX Papua  tersebut  dibawa dari Wamena dengan menggunakan pesawat ART.

   Landing di bandara Mopah Merauke, kemudian Api PON XX Papua  disambut dengan tarian adat Papua dan diserahkan ke Ketua Harian Sub PB PON Papua Elianor Dumatubun, selanjutnya  diserahkan ke Wakil Ketua LMA Kabupaten Merauke Johan Mahuze.  Dari tangan Johan Mahuze,  selanjutnya diserahkan ke salah satu  dari 4 atlet legendaris  Rossy Pratiwi Dipoyanti Syechbubakar.

  Selanjutnya ke pasukan pembawa obor untuk diarak keliling kota dengan jalan kaki. Sebanyak  4 atlet Indonesia legendaris dilibatkan dalam membawa Kirab Api PON tersebut yakni   Engelberta Kaize, Geraldus Mayella Balagaize, Rossy Pratiwi Dipoyanti Syechbubakar dan Suharyadi.

  Engelberta Kaize adalah atlet Voli Pantai. Perempuan asli Merauke itu bersama timnya berhasil  mencatatkan prestasi terbaik dalam sejarah olahraga di tanah air dengan meraih medali emas PON Jakarta 1996, PON 2000 di Jawa Timur, PON Kalimantan Timur tahun 2008, Kejuaraan Asia 1997, Sea Games 1997 dan meraih medali perak  pada Asean Games di Hiroshima Jepang 1984.

   Engel yang saat ini menjabat Kapolsek Merauke Kota, telah berpatisipasi membela Merah Putih di 24 kejuaraan Dunia. Ia mengakhiri prestasi dengan manis ketika membawa tim Papua merebut medali emas pada PON Kalimantan Timur 2008. Sementara itu, Geraldus Mayella Balagaize merupakan atlet dasa lomba pada cabang olahraga atletik.

   Ia memulai karirnya pada tahun 1982 ketika berangkat ke Jerman Barat untuk mengikuti Training Center (TC). Prestasi yang ditorehkan cukup banyak, salah satunya meraih medali emas pada kejuaraan atletik se-Asia yang berlangsung di Kuwait. Sebelum gantung sepatu, pria asal Merauke ini mempersembahkan medali emas bagi kontingen Papua pada PON 1996. Balagaize masih tetap konsen membina atlet-atlet Papua.

  Legendaris berikutnya adalah Rossy Pratiwi Dipoyanti Syechbubakar.  Atlet Tenis Meja kelahiran Bandung Jawa Barat, 28 Juni 1972 itu berhasil menyabet 13 medali emas, 8 perak dan 8 perunggu sepanjang karirnya sejak tahun 1987-2001. Sedangkan Suharyadi merupakan atlet tenis Indonesia peraih medali emas Sea Games Thailand, Asian Games Seoul Korea tahun 1986 dan Olimpiade Los Angeles 1984 dan sederet prestasi lainnya.

   Kirab Api PON  ini  melibatkan 214 pelari dengan jarak tempuh 10 kilo meter yang  terdiri dari pasukan inti (TNI/Polri) sebanyak 60 pelari, 4 mantan atlet nasional, 50 partisipan atlet voli dan anggota pramuka serta 100 pasukan Korem 174/ATW Merauke.  Untuk memeriahkan kirab ini,   16 kelompok suku dan sanggar   menampilkan tarian khas Papua.

   Diantaranya kelompok tari suku Auyu, suku Malind, suku Wuku Muyu, suku Mandobo, suku Makiew, suku Mapi Yobar, kelompok suku Asmat Anggatmit, suku Biak-Serui, suku Paniai, suku Dani Wamena, kelompok masyarakat Payum, sanggar Yelmasu, sanggar Palapa, sanggar Wacip Mangga Dua, Kelompok SUku Wamena, Kelompok WUku Muyu, Kelompok Suku Mandobo, kelompok suku Makiew, kelompok masyarakat Payum dan kelompok mahasiswa KPG. Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT menerima  Kirab Api PON XX Papua dari Engelberta Kaize.

    Bupati Romanus Mbaraka  saat menerima kirab Api pon tersebut  mengharapkan semangat kita seperti Api  PON yang  terus membara, menggelora dalam darah dan daging kita sebagai warga negara Republik  Indonesia. ‘’Kita tetap semangat dan  semangat ini tidak pernah padam.  Semangat ini akan tetap ada dalam sanubari  kita, tangan, mulut dan pikiran  kita untuk terus membangun olahraga. Terus  membangun Indonesia menjadi negara tangguh   dan negara yang disegani  di dunia,” katanya.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *