Penyediaan Makanan Lokal di Area Softball Diapresiasi

Tim Softball panitia konsumsi di lapangan saat menyediakan makan lokal bagi tamu dan official yang datang dari luar Papua di Lapangan Sofball Uncen, Kamis (30/9). (Panitia for Cepos)

JAYAPURA – Mengingat peristiwa pemberian makanan yang diberikan telat membuat beberapa tim panitia lokal yang ada di cabang olahraga softball mengambil tindakan cepat untuk menutupi kekurangan yang dihadapi tim konsumsi Sub PB PON Kota Jayapura.

Selaku Panitia Lapangan Bagian Konsumsi Tety Kobe kepada Cenderawasih Pos menceritakan bahwa sebelum pertandingan putra pindah ke lapangan Auri sewaktu di Uncen dua hari sebelum pindah kami telat makan dan hal ini membuat dirinya dan dua teman lainya berpikir untuk menyediakan makan bagi tamu oficial dan Panpel Softball guna membantu panitia sub PB PON di konsumsi yang sempat bermasalah.

“Kenapa kami dari angota bidang konsumsi kami buat makan sendiri khusus makan Papua karena Panpel tidak suplai makan. Sedangkan kita kerja dari pagi sampai sore, panpel dan official itu kita punya tim dari Jakarta jadi kami mengantisipasi hal ini sehingga saya bersama teman satu kami diskusi hal ini karena karena nanti klaster kota yang kirim makan barulah kami di lapangan yang bagikan jadi kita hanya menerima dan semua orang marah kami, sampai kami di marah maka dengan keterlambatan delam dua hari itu yang kami masak makan bagi mereka,” katanya Kamis, (30/9).
Ia mengatakan dari kegiatan tersebut ternyata disambut baik oleh para tamu dan oficial dari luar Papua karena mereka menyukai makanan khas Papua.
“Dan ternyata apa yang kami lakukan dengan makanan khas Papua bukan hanya dari kami yang satu ofisial tetapi mereka yang tidak pernah makan papeda mereka juga makan, maka sejak hari itu kami sepakat makan-makan dari Papua dan semua senang dengan hal itu, bahkan saat pindah ke Auri banyak yang tanya, masih ada Papeda ka,” katanya meniru perkataan para oficial dari luar Papua.
“Ada teman yang buat bete dan daun pepaya dan Jantung pisang, saya siapkan ikan, hal ini kami buat karena sejak jam pagi panitia arena suda dilapangan maka kami pukul 07:00 WIT kami sudah di lapangan, maka kami kewalahan jika tidak ada makan, sampai- sampai ada yang keluarkan uang untuk beli, air sendiri untuk layani, tim Ofisial dan panitia kami pangil duluan makan selanjutnya,” katanya.
Untuk dana yang di keluarkan sendiri selama masak dua hari pihaknya keluarkan dana sekita Rp 3 ratus ribu lebih dan ada teman lain yang sumbang.
Ia menegaskan apa yang dilakukan tidak ada niat menyingung PB PON atau klaster kota tapi ini hanya menopang tim di lapangan.
“Jadi mas Doni punya postingan bahwa makan susah padahal kami kerja keras maka melihat ini, kami juga melihat kami ini tuan rumah dan kami harus memberikan yang terbaik, dan ketika kami kerja sama kami patungan dan aksi itu, di apresiasi atasan,” katanya.(oel/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *