Akses Pelabuhan Masih Ditutup

Rapat Pemkot Jayapura dan Forkopimda Kota Jayapura digelar di Aula Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (30/9), dengan sejumlah keputusan yang disepakati dalam penanganan Covid 19 di Kota Jayapura. (Gratianus silas)

*Bagi Kapal Penumpang dari Luar Papua

JAYAPURA- Rapat Pemkot Jayapura dan Forkopimda Kota Jayapura digelar di Aula Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (30/9), dengan sejumlah keputusan yang disepakati dalam penanganan Covid 19 di Kota Jayapura.
Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., yang memimpin rapat tersebut membacakan keputusan yang telah disepakati bersama, antara lain, akses Pelabuhan Jayapura yang masih ditutup rapat bagi penumpang kapal laut dari luar Papua, dengan pengecualian khusus terhadap bahan ekonomi dan peralatan penunjang PON saja.
“Jadi kapal penumpang dari luar Papua tidak diperbolehkan masuk, kecuali bahan ekonomi dan peralatan penunjang PON. Namun, akses pelayaran lokal Papua tetap dibuka. Penumpang kapal dari daerah lain di Papua dapat masuk Kota Jayapura, namun tetap dilakukan pemeriksanaan rapid antigen,” tegas Dr. Benhur Tomi Mano, MM., membacakan keputusan rapat, Kamis (30/9).
Kemudian, bagi masyarakat pelintas batas RI – PNG di Skouw Perbatasan wajib melakukan rapid antigen ketika memasuki wilayah Kota Jayapura.
“Kalau kita tutup (akses lintas batas), ekonomi masyarakat setempat akan terganggu. Jadi kita harus tetap tolong mereka. Namun, mereka masuk (wilayah Kota Jayapura) harus tetap rapid antigen,” terangnya.
Kesepakatan berikutnya, waktu aktivitas masyarakat dan ekonomi tak mengalami perubahan, yakni pada pukul 6.00 – 22.00 WIT. Operasi yustisi penegakkan Perda 3/2020 dan Instruksi Wali Kota Jayapura tetap dilakukan di wilayah Kota Jayapura.
“Sementara ini memang tidak bisa dilaksanakan selama PON berlangsung untuk menghindari kemacetan yang terjadi. Tapi kita akan lihat titik mana untuk dilakukan. Selain itu, 3M dan 3T akan tetap kita lakukan di kota,” sebutnya.
Selanjutnya, perihal peningkatan cakupan vaksinasi, maka vaksinasi akan dilakukan tiap hari bersama Polda Papua, Polresta Jayapura Kota, Kodam XVII Cenderawasih, dan Lantamal X Jayapura.
“Harus juga saya tegaskan kepada masyarakat yang ingin nonton PON maka wajib sudah divaksin dosis kedua. Prokes saat PON juga tetap diterapkan, seperti daya tampung venue dibatasi 25 persen,” jelasnya.
“Tiap venue juga saya minta disediakan tempat vaksin dan rapid, sesuai amanat Kapolri. Sampai PON selesai, kita tetap laksanakan vaksinasi, demi mengantisipasi klaster baru usai PON,” tambahnya.
Sementara itu, rumah ibadah tetap dibuka bagi umat untuk melaksanakan peribadatan, namun dengan 50 persen kehadiran saja, dari total kapasitas rumah ibadah. Prokes juga harus ketat diterapkan. “Adapun, mulai 1 Oktober sekolah tatap muka jenjang SD dan SMP di Kota Jayapura dimulai dengan syarat dan ketentuan yang diatur,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *