50 Tahun Berkarya di Lapago Pertumbuhan GPDI Capai 6000 Jemaat 

Pemotongan kue ulang tahun ke-50 GPDI di Wilayah Lapago yang dipimpin Ketua Majelis Wilayah Papua Pdt. Timotius Dawir di Gedung Gereja GPDI El Shaday Wamena, Kamis (30/9). (Denny/cepos)

WAMENA-Memasuki Usia  50 Tahun Jubelium Gereja Pentakosta di Indonesia (GPDI)  khususnya di Wilayah Lapago telah melakukan pelayanan kepada 6000 jiwa sejak tahun 1971 mulai berdiri di Lembah Baliem Wamena, dan terus mengalami pertumbuhan hingga mencapai 8 wilayah yang tersebar di wilayah Pegunungan Tengah Papua hingga saat ini.

  Ketua Majelis GPDI Provinsi Papua, Pdt. Timotius Dawir menyatakan GPDI di Wilayah Pegunungan Tengah Papua sejak tahun 1971 sehingga kini telah berusia 50 tahun, visi Gereja ini di Lapago membangun kerajaan Allah di sini dengan pelayanan misi menjangkau jiwa -jiwa bagi Tuhan, doa yang selama ini dipanjatkan maka telah dijawab.

  “Kita punya 40 sidang jemaat yang tersebar di 8 Kabupaten yang ada di wilayah Pegunungan tengah Papua yang melayani 6000 jiwa, ini menjadi satu hal yang patut kita syukuri kepada Tuhan dimana tepat pada hari ini usia GPDI di Indonesia mencapai 100 tahun, di Provinsi Papua 75 tahun dan di Wilayah Lapago 50 tahun,”ungkapnya Kamis (30/9) kemarin.

  Menurutnya, sesuai dengan visi dan misi GPDI adalah menjangkau jiwa-jiwa bagi Kerajaan Allah, dengan kuasa Roh Kudus yang bekerja di atas tanah ini, maka GPDI dapat mengambil bagian dalam pekerjaan pemerintah, sehingga visi penanaman gereja adalah hal yang wajib dilakukan oleh hamba-hamba Tuhan di wilayah Lapago.

  “GPDI terlibat membantu, mendukung, meresponi, mendidik dan meningkatkan sumber daya manusia dari masyarakat asli Pegunungan Tengah, dimana ada 2000 anak yang sudah dikirim dari seluruh Papua untuk sekolah alkitab di beberapa wilayah di luar Papua,” jelas Pdt Timotius Dawir yang mengucapkan terima kasih kepada para pendiri GPDI di wilayah Lapago.

   Selain itu di HUT GPDI ini, pihaknya juga memberikan diakonia kepada ibu -ibu pendeta, karena diyakini GPDI hadir untuk memberkati masyarakat Lapago dengan bermitra dengan pemerintah, bermitra dengan lembaga adat dan semua suku .

  Di tempat yang sama mewakili Ketua Majelis Pusat DR.Pdt. franky Rewa, M,Th, M.Pd menyatakan pihaknya dari GPDI Pusat, memantau kinerja dari Ketua majlisdi Papua, dimana kinerja yang sangat luar biasa karena pertumbuhan dan percepatan jumlah sidang jemaat ini paling tinggi di seluruh Indonesia.

  “Ini merupakan kinerja yang dasyat dengan campur tangan Tuhan, kami juga memantau bagaimana Majelis daerah terjun ke masyarakat, membantu masyarakat, bersinergi dan berakselerasi dengan masyarakat sehingga capaiannya luar biasa,”bebernya.

   Pdt. Franky menyatakan majelis GPDI  pusat sudah lama menjadikan Papua sebagai percontohan, penjangkauan masyarakat atau jiwa yang menjadi catatan penting bagi gereja Pentakosta, sehingga pada perayaan Hut GPDI 100 Tahun di Indonesia, 75 tahun di papua dan , 50 tahun di Lapago maka diberikan apresiasi tinggi  untuk majlis daerah Papua.

  Secara terpisah Ketua Panitia Perayaan Hut GPDI ke 50 tahun di Wilayah Lapago Pdt. Alexander Mauri menyatakan suksesnya acara jubelium ini tidak lapas dari campur tangan Tuhan dan seluruh umat GPDI yang ada di Wilayah Lapago, panitia yang sudah bekerja bersama -sama hingga sampai pada puncak acara.

    “Bantuan, bantuan dalam bentuk dana, barang , hewan ternak , makanan, juga disumbangkan jemaat GPDI di Lapago, maka pada kesempatan ini saya memberikan penghirmatan kepada seluruh umat GPDI, dan hal -hal yang menjadi pelaporan akan dilaporkan seksi terkait dalam pembubaran panitia dan dipertanggungjawabkan secara tertulis, Kepada Tuhan, Pemerintah dan Umat GPDi,”tutupnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *