RS Provita Jayapura Hadirkan Persalinan Metode ERACS 

Ny. Nesya saat menggendong bayinya yang dilahirkan melalui persalinan metode ERACS dilakukan oleh dr. Suhartono di RS Provita Jayapura, Rabu (29/9).  (Priyadi/Cepos)

*Pemulihan Lebih Cepat, Lama Perawatan Singkat dan Biaya Ekonomis

JAYAPURA-Rumah Sakit Provita by Hermina Jayapura terus memberikan  pelayanan yang terbaik bagi seluruh pasiennya.

Salah satunya yang diberikan kepada Ny. Nesya Rimamda (32) pasien pertama yang dilakukan persalinan dengan Operasi Secaria Cection (operasi seksio sesaria/melahirkan perabdominal) dengan metode  ERACS, yang dilakukan langsung oleh Dr. dr. H. Suhartono, Sp.OG (K).

Ny. Nesya Rimamda mengakui, ia sudah pernah menjalani persalinan dengan operasi SC 3 kali dan operasi ketiga sempat dirawat di ICU di salah satu rumah sakit di Jayapura. Nah untuk SC keempat ini dilakukan dengan metode ERACS.

Diakuinya, waktu yang dibutuhkan saat operasi persalinan anak keempat dan waktu pemulihan pasca operasi lebih cepat. Bahkan dengan waktu 2 jam pasca operasi, dirinya langsung sudah bisa berjalan.

Ny. Nesya menjelaskan operasi metode ERACS pemulihannya lebih cepat dibanding operasi SC yang pernah dijalani selama 3 kali. Karena metode ERACS  lebih ringan setelah dioperasi bisa langsung bergerak dan berjalan dalam waktu 2 jam. Selain itu, 1 hari pasca operasi, dirinya bisa langsung pulang bersama sang bayi. Tidak seperti operasi sebelumnya harus menunggu sampai 3 hari atau 1 minggu baru bisa pulang.

 “Setelah saya  dioperasi, 2 jam kemudian langsung bisa bergerak dan keluar di ruangan untuk berjalan. Jika dibandingkan dengan operasi yang dulu lebih ringan ini, lebih cepat pemulihan. Setelah operasi ini juga bisa langsung makan tidak perlu tunggu harus bisa kentut dulu, saya juga lebih rileks tenang tidak stres dan ASI bisa langsung keluar,” bebernya.

Nesya juga mengucapkan, terima kasih dan bersyukur atas pelayanan yang dilakukan oleh dr. Suhartono, bersama para medis di RS Provita Jayapura. Karena pelayanan baik, memuaskan, nyaman, mereka  memberikan motivasi opini yang bagus sehingga tidak perlu ada rasa khawatir, padahal dari rumah Nesya sudah merasa cemas.

“Alhamdulillah saat operasi persalinan anak Ke-4 saya ditangani dr. Suhartono saya nyaman, bisa berjalan dengan lancar dan baik. Setelah operasi juga tidak ada pantangan yang diberikan oleh dokter  karena bisa makan bebas supaya ASI nya bisa lancar. Saya senang karena bayinya juga sehat, saya sehat maka langsung bisa memegangnya,” tutupnya.

Sementara itu, Dr. dr. H. Suhartono, Sp.OG (K)., mengatakan, operasi metode ERACS adalah metode operasi caesar dengan memberikan obat-obatan pereda nyeri yang baik, sehingga pasien bisa segera melakukan mobilisasi pasca operasi dengan cepat.

“Ini pertama kalinya dilakukan di RS Provita by Hermina Jayapura, dengan melayani persalinan metode ERACS, karena dengan metode ini proses pemulihanpun akan berlangsung cepat, rasa nyeri, dan imobilisasi pun bisa diminimalkan,” tuturnya.

 Dijelaskan, operasi ini sebenarnya sama dengan operasi cesar yang lain. Namun syaratnya, operator untuk melakukan tindakan-tindakan saat operasi itu harus cepat tidak boleh lebih dari 30 menit, operasinya harus di bawah 30 menit. Walaupun pasien telah melakukan operasi SC pertama, SC kedua, SC Ketiga atau SC keempat, harus dibawah 30 menit.

 “Metode ERACS ini baru pertama kali di Rumah Sakit Provita Jayapura. Usai operasi hari ini, langsung bisa pulang besoknya  dan 2 jam pasca operasi pasien bisa berjalan. Jadi perawatannya lebih pendek di rumah sakit. Kalau dulu sebelumnya seminggu atau tiga hari paling cepat bisa pulang, tapi sekarang satu hari pun bisa langsung cepat pulang,” ujarnya.

“Metode ERACS ini tidak semua dokter bisa melakukannya, harus punya skill dan mampu melakukan anastesi kurang 30 menit. Kalau lebih, tidak bisa karena kasihan pasiennya,” sambungnya

 Melalui metode ERACS  menurutnya tingkat pasien dalam menghuni rumah sakit lebih singkat, tidak memakan biaya lebih tinggi dan tingkat penyembuhannya lebih cepat. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi keluar Papua karena pelayanan kesehatan di Papua semakin terus membaik.(dil/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *