PON XX Jadi Momentum Peningkatan Standarisasi Atlet Papua ke Level Internasional

Komite III DPD RI, foto bersama dengan pejabat di Pemerintah Provinsi Papua, usai melakukan kunjungan kerja dalam rangka Pengawasan atas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, di Papua, Senin (27/9) lalu. (DPD RI For Cepos)

JAYAPURA- Menyelenggarakan event olahraga tingkat nasional di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai tentu bukan perkara mudah.  Tetapi Papua saat ini mampu membuktikan kepada kita semua, Papua mampu menjadi tuan rumah perhelatan pesta olahraga terbesar nasional PON XX, demikian dinyatakan Muhammad Rahman, wakil Ketua Komite III DPD RI saat menyampaikan  sambutannya di sela-sela kunjungan kerja di Papua.   

Jika ada kekurangan pada beberapa hal,   untuk itulah  Komite III hadir melakukan kunjungan kerja di Provinsi Papua,  untuk mendengarkan, pandangan, pendapat, masukan bahkan kritik terhadap penyelenggaraan PON tersebut khususnya terhadap peran Pemerintah Pusat.  pandangan, pendapat, masukan bahkan kritik tersebut sangat berharga bagi perbaikan penyelenggaraan PON tahun 2024 mendatang di Aceh dan Sumatera Utara, imbuh senator asal Kalimantan Selatan  itu lebih lanjut.

Sekda Propinsi Papua Dr. M. Ridwan Rumasukun, SE.  MM mengatakan, pihaknya tidak hanya mengejar kesuksesan sebagai penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX atau PON Papua 2021, tetapi juga ingin memperbaiki prestasi dari pesta olahraga daerah.

Dari hasil PON XX, Pemprov Papua harus bisa memetakan sejauhmana level pretasi atlet Papua. Apakah atlet Papua telah memenuhi kualifikasi dan level sebagai atlet nasional? Atau telah masuk dalam level internasional ? Pertanyaan dasar ini harus mampu d jawab, imbuh Joni Siahaan.

“Jika hasil PON sebatas perolehan medali, percuma. Karena medali dengan mudah diperoleh  dengan memakai atau transfer atlet daerah lain bukan asli putra Papua. Padahal yang penting adalah dari hasil PON terjadi peningkatan standardisasi keolahragaan secara khusus dan SDM masyarakat Papua secara umum, salah salah satunya peningkatan standardisasi atlet putra asli daerah dari level nasional ke level internasional,” Jelas  Joni Siahaan.

Senator asal Papua Barat, Yance Samonsabra, mengingatkan pentingnya  keberlanjutan semangat PON paska PON berakhir. Seluruh venue yang ada jangan sampai terbengkalai dan tidak terawat apalagi tidak tergunakan untuk keberlanjutan pembinaan atlet asal Papua. Bambang Soetrisno senator Jawa Tengah memperkuat pernyataan Yance, dengan menyatakan pentingnya dukungan anggaran dari Pusat selain daerah untuk pembinaan atlet daerah, agar seluruh venue yang ada dapat berdaya guna.(bet/wen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *