Pemberian Vaksin Butuh Sosialisasi

Salah seorang tenaga kesehatan saat menyuntikkan vaksin tetanus kepada  murid SDN Melan Heli Sentani, Rabu (29/9). (Robert mboik Cepos)

SENTANI-Dinas Kesehatan Provinsi Papua, bekerjasama dengan Gapai Papua dan Unicef melaksanakan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di sejumlah sekokah di Kabupaten Jayapura. Program ini merupakan program rutin tahunan yang dilaksanakan setiap Agustus hingga November dan diberikan kepada murid sekolah dasar yakni  kelas satu, kelas dua dan kelas lima.

Kepala Puskesmas Sentani, Andrew Wicaksono menjelaskan, mekanisme pelaksanaan vaksin ini diberikan sebanyak dua kali suntikan di lengan kiri untuk imunisasi campak dan di lengan kanan imunisasi difteri atau tetanus untuk kelas satu. Sementara kelas dua dan kelas lima, menerima imunisasi di lengan kiri tetanus/difteri. Imunisasi  ini diberikan kepada 150 anak SDN Melan Heli Sentani.

” Proses dan kendala pemberian imunisasi kepada anak, membutuhkan sosialisasi, ” ungkapnya.

Lanjut dia, Setelah mendapatkan data, melakukan mikro planing, koordinasi dan harus mendapat surat edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, agar bisa menjalankan BIAS di masa pandemi ini.

Sementara itu, Guru SDN Melan Heli Sentani, Yuliana Waipon S.Pd, menyampaikan, sebelum imunisasi di berikan kepada anak, pihaknya mengirim  edaran agar orang tua memahami fungsi imunisasi.

“Antusias orang tua cukup luar biasa, kami sebelum imunisasi, pihak sekolah sudah memberikan surat edaran pemberitahuan kepada orang tua, agar anak siap menerima imunisasi, semua anak dan orang tua boleh berjalan dengan baik,” tutupnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *