Paaloong Beach “Dijual” Lebih Wah

Mathias Bentar Mano (Dok/cepos)

Dalam Pembukaan Festival Port Numbay Hari Ini

JAYAPURA – Angka Pandemi Covid 19 yang mulai melandai mendorong berbagai aktifitas di Jayapura. Satu ajang yang sempat ditunda juga akhirnya digelar. Mengambil lokasi baru, Festival Port Numbay tahun 2021 ini mencoba mengexplore Paloong Beach. Lokasi daratan yang menjorok  ke laut ini coba dikemas dan dikembangkan lebih wah. Dinas Pariwisata Kota Jayapura tengah menyiapkan lokasi ini menjadi satu destinasi baru yang menjanjikan.

“Paaloong Beach ini atau pantai Paaloong ini sangat menarik dan  ini menjadi destinasi baru di Jayapura yang belum tergarap dengan maksimal sehingga kami coba eksplore dengan melihat potensi yang dimiliki,” kata Kadis Pariwisata Kota Jayapura, Mathias Bentar Mano, Selasa (28/9) malam. Ia menjelaskan dalam festival Port Numbay  tahun ini dikonsep lebih santai namun berbobot. Ada music, standup komedi, music tradisional dan suling tambur yang dikombinasikan dengan stand – stand  ekonomi kreatif.

  Selain menjadi lokasi yang baru nantinya event ini juga menampilkan cerita rakyat terkait suku Takevaang atau Ramela di Pantai Paaloong. Kegiatan ini kata Mathias didukung Kemenpar dan akan hadiri Deputy Event dan pejabat dari Ekonomi Kreatif.  “Memang kami sibuk di event PON namun tema besar kami adalah sport and tourism yang maksudnya adalah setelah bertanding para atlet atau official ini bisa berwisata dan setelah pandemic melandai kami coba memulai dengan festival Port Numbay termasuk ada beberapa event selanjutnya yakni Numbay Kreatif Festival,” imbuhnya.

Bentar Mano mebeberkan bahwa event ini dipastikan tidak membosankan karena aka nada talk show dan diskusi ringan dengan para sosok muda kreatif. Disinggung soal lelebihan Pantai Paaloong, Bentar menjelaskan bahwa dari lokasi ini bisa melihat Kota Jayapura  dengan gemerlap lampu – lampu. “Saat matahari terbenam, daerah itu gelap namun warga bisa melihat Jayapura seperti Hongkong diwaktu malam. Lalu hamparan pasirnya hanya beberapa meter tapi rumputnya sangat hijau,” tambah Bentar.

Ia memisalkan, jika di Merauke kita bisa melihat Port di Australia dan kondisinya dan di Batam bisa melihat Singapore dan kondisinya seperti itu. “Disini juga  spacenya sangat luas, bisa dipakai untuk camping malam termasuk memancing,” tutupnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *