Ribuan Relawan PON Kembali Pertanyakan Nasib Mereka

Ribuan calon relawan PON saat mendatangi sekretariat Bidang SDM Sub PB PON Kabupaten Jayapura, Senin (27/9). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Setelah sebelumnya memalang jalan masuk Sekretariat Sub PB PON Kabupaten Jayapura, Sabtu,(25/9), ribuan relawan PON Klaster  Kabupaten Jayapura kembali mendatangi Sekretariat Sub Bidang SDM PB PON Kabupaten Jayapura untuk mempertanyakan kejelasan keterlibatan mereka dalam kegiatan PON XX Papua.

Ribuan relawan ini mengamuk dan marah, lantaran pemerintah belum memberikan kejelasan mengenai nasib mereka. Sementara saat ini kegiatan PON sudah mulai berjalan.

“Kami sudah diverifikasi, divalidasi dan sudah vaksin,  tapi sampai saat ini nasib kami belum jelas.  Bahkan sebagian besar dari kami juga namanya tidak keluar dalam daftar relawan PON Papua, “ujar Siska Wally salah satu calon relawan PON asal Netar Sentani Kabupaten Jayapura.

Bahkan lanjut dia, mirisnya lagi, mereka sudah berulang kali  mendatangi Sekretariat Bidang SDM PON Klaster Kabupaten Jayapura. Namun panitia belum juga memberikan kepastian.

“Hampir setiap hari kami di sini, mau cek kepastian saja , tapi mereka bilang, tunggu, tunggu. PON sudah jalan, tapi kami punya nasib belum jelas. Sekarang kami datang, dong bilang besok lagi,” ungkap Siska Wally kesal.

Wakil Ketua II Sub PB PON Kabupaten Jayapura, Pdt. Albert Yoku mengatakan, urusan relawan PON ini untuk di Kabupaten Jayapura sebenarnya sudah menjadi tanggung jawab dari Bidang SDM.  Tetapi dia menegaskan, sehubungan dengan perekrutan relawan PON ini, sekretariat dalam hal ini Sub PB PON Kabupaten Jayapura sudah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam PON melalui tenaga voluntir, panitia sudah memberikan waktu dan kesempatan bagi setiap calon tenaga relawan untuk memasukkan persyaratan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan oleh panitia.

“Memang kami sudah umumkan secara tegas,  semua orang yang mau menjadi relawan pada waktu yang sudah ditentukan itu,  dia harus sudah menyertakan datanya. Mulai dari KTP termasuk wajib divaksin,”katanya.

Kemudian apabila semua persyaratan dan ketentuan itu dipenuhi oleh setiap calon relawan,  pihaknya akan memastikan untuk memperjuangkan nasib para calon relawan PON itu.  Namun apabila ketentuan dan persyaratan itu tidak dipenuhi oleh setiap calon relawan maka pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Kalau dia lewat dari waktu yang ditentukan dan tidak memenuhi persyaratan tersebut, ya mohon maaf,   apa boleh buat, ” ungkapnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *