Raihan Mendali Emas Bagi Kontingen Papua Merupakan Awal Baik

Tim Sepak Bola Putri PON Papua foto bersama setelah selesai latihan pagi di Lapangan Katapal Merauke, Senin 27 September 2021. Tim Galatia ini diharapkan nantinya dapat menambah perolehan medali emas bagi Papua. (PB PON For Cepos)

JAYAPURA- Kontingen Papua sebagai tuan rumah berhasil menjuarai medali emas dibeberapa cabang olahraga (cabor) yang dipertandingankan. Seperti Cabor Kriket, Cabor Paralayang, Cabor Sepatu Roda dan Sepak Takrau kontingen Papua berhasil menyabet medali emas untuk menambah rekor medali emas bagi Provinsi Papua.

Hal ini kata Akademisi Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Dr. Daniel Womsiwor mengungkapkan bahwa dengan diraihnya medali emas dari beberapa cabor oleh kontingen Papua sebagai tuan rumah tentu ini merupakan awal yang baik untuk tuan rumah dalam perolehan medali emas di PON ke XX ini.

Saya melihat ini awal yang baik dalam perhelatan PON Papua ini. Tentunya dengan diraihnya medali emas akan memberikan efek terhadap perolehan medali emas bagi kontingen Papua di PON, ungkapnya kepada cenderawasih pos saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (27/9).

Mantan Atlet tinju dari Papua ini menilai bahwa masih ada cabor-cabor lain yang berpeluang bagi Provinsi Papua untuk bisa meraih medali emas, perak dan medali perunggu. Oleh karena itu, para kontingen PON Papua harus bisa meraih medali, sehingga hal ini berpengaruh terhadap perolehan medali dan peringat Papua di PON.

Kita lihat kalau selama ini peringat di PON selama dari wilayah Jawa, tetapi kita lihat dalam penyelenggaraan PON Papua ini Papua sudah bangkit untuk bisa berprestasi di PON XX ini, tuturnya.

Daniel optimis, dengan perolehan medali yang diraih oleh kontingen Papua ini tentu kedepan akan memberikan dampak terhadap peringat kontingen Papua dalam PON XX ini, terutama diakhir dari penyelenggaraan PON.

Saya optimis dengan perolehan medali ini tentu akan memberikan dampak terhadap peringat Papua dalama PON. Saya optimis Papua bisa menduduki peringat lima besar nanti di PON, ujar alumnus doktor Universitas Udayana Bali ini. (bet/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *