Wawalkot Minta Festival Animal Lovers Diagendakan Tahunan

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru MM berdiskusi dengan salah satu pecinta reptile di Jayapura terkait  peliharaan ular yang dipamerkan dalam Mini Festival Animal Lovers Jayapura di Lapangan Trisila, Ahad (26/9). ((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru MM mengapresiasi pelaksanaan event mini festival animal lovers yang digelar sejumlah komunitas animal di Jayapura. Pasalnya meski berjalan secara mandiri,  mini festival ini ternyata memiliki warna berbeda. Mampu menyerap pengunjung berbagai kalangan dan memiliki banyak pesan edukasi. Rustan Saru berkeliling kesetiap tenda dan sempat mengikuti sampai selesai satu kontes burung kicau.

“Saya kagum dan benar – benar mengapresiasi event ini, ada banyak komunitas yang hadir untuk menunjukkan satwa mereka. Saya juga baru tahu ada hewan – hewan seperti ini di Jayapura,” kata Rustan Saru saat berinteraksi dengan Komunitas Reptil Jayapura di Lapangan Trisila, Hamadi, Ahad (26/9). Rustan juga salut dan bangga ternyata banyak anak muda di Jayapura  yang peduli terhadap satwa. Disini ia juga baru mengetahui jika anjing merupakan hewan peliharaan yang bisa dijadikan teman. Iapun berpendapat bahwa event seperti ini sangat layak untuk dijadwalkan di tahun berikutnya.

“Ini sangat positif dan saya berharap tahun depan masih bisa diagendakan. Dinas pariwisata perlu melihat event ini dan bersama komunitas menyelenggarakannya, ini bisa menyedot pengunjung,” jelas Rustan. Dalam mini festival, panitia juga mendatangkan scaper internasional Hery Rasio yang merupakan juara dunia 4 kali. Pria asal Jawa Timur ini datang dan langsung melakukan live setting membuat satu tank di atas panggung. “Hasil setingan aqua scape ini nantinya akan dilelang,” beber Wawan, ketua  panitia. Ditambahkan  Wawan sejatinya komunitas sangat siap menggelar event, hanya saja hingga kini selalu terbentur dengan space atau ruang untuk menggelar event itu sendiri.

“Teman – teman harus berjuang merogoh kocek sendiri untuk bisa menyewa lapangan karena tentunya tidak gratis. Kami berharap ada ruang milik pemerintah yang bisa digunakan dengan budget yang menyesuaikan dengan kondisi keuangan anak – anak komunitas. Jadi kami sebenarnya butuh ruang itu,” pungkas Wawan. (ade/265/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *