Warga dari 7 Distrik di Nduga Masih Mengungsi

Pengungsi Nduga yang masih berada di Wamena. (Denny/ Cepos)

Asisten II Sekda Kabupaten Nduga Nathal Sasemtua

Untuk Distrik Mbua Kini Warganya Mulai Kembali

WAMENA-Pemkab Nduga memastikan bahwa pasca konflik sosial  yang terjadi beberapa tahun lalu, hingga saat ini  masih ada warganya yang tinggal di pengungsian. Mereka masih tersebar di Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, dan Timika, namun ada juga yang sudah mulai kembali seperti yang ada di Distrik Mbua.

  Asisten II Sekda Nduga Nathal Sasemtua, mengaku saat ini Pemkab Nduga sedang berupaya untuk mengembalikan mereka seperti sebagian warga Distrik Mbua yang kini telah kembali. Namun, ada 7 Distrik yang hampir semua penduduknya tidak berada lagi di rumah mereka.

  “Memang jumlah pastinya saya kurang tahu, namun yang pasti 7 Distrik di Wilayah Kabupaten Nduga semuanya sudah keluar, seperti Yigi, Mugi, Mapenduma, Ndal, Yal ini yang tidak ada, kalau Mbua sudah kembali lagi warganya,” ungkapnya Sabtu (25/9) kemarin.

   Menurut Nathal, upaya pemerintah daerah untuk mengembalikan warga ini, yakni meminta agar aparat keamanan ditarik. Sebab, alasan masyarakat tak mau kembali ke kampungnya karena trauma  dan Bupati sudah meminta itu agar masyarakat kembali.

   “Kita akan bangun komunikasi dengan puhak keamanan, supaya kita bisa meyakinkan kepada masyarakat untuk bisa kembali ke kampungnya,”jelasnya.

  Ia menyatakan pada umumnya Pemda bersama aparat keamanan tugasnya menjaga masyarakat, namun masyarakat juga trauma  dengan kehadiran aparat ini. “Kami dari pemerintah sedang membangun komunikasi dengan masyarakat dan juga dengan aparat keamanan yang ada sehingga pasti ada upaya-upaya dari pemerintah untuk mengembalikan masyarakat kita,”kata Nathal Sasemtua.

   Asisten II Sekda Nduga menyatakan dalam pengungsian memang ada masyarakat yang mulai membuat kampung sendiri, contoh di Jayawijaya mereka merasa jika menjadi bagian dari Jayawijaya karena sebelum pemekaran wilayah Nduga masih masuk ke sini.

   “Sampai saat ini ada masyarakat kami yang masih berdomisili di Wamena, sehingga warga yang mengungsi juga masih bertahan di Wamena karena ada sanak saudaranya  disini,” bebernya.

  Ia menambahkan, dengan situasi seperti ini maka pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pemda Jayawijaya  jangan sampai masalah ini terbawa menjadi tarik-menarik batas wilayah antara dua kabupaten ini.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *