Tingkatkan Usaha, 120 Mama-Mama Kelompok Pangan Lestari Dibekali 

Mama-mama dari Kelompok program Pangan Lestari  yang berjumlah 120 orang saat mengikuti  bimbingan tehnis atau pembekalan terkait usaha yang digeluti dari para mama-mama tersebu di Hotel Halongen, Sabtu (25/9).   (Sulo/Cepos)

MERAUKE- Untuk meningkatkan pemahaman bagaimana memproduksi dan memasarkan hasil  pangan lestari  mereka, 120 mama-mama dari kelompak  program pangan lestari mendapatkan pembekalan dari para ahlinya yang didatangkan langsung dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

   Anggota  Komisi IV DPR RI Drs. Sulaeman L. Hamzah  kepada wartawan mengungkapkan, bimbingan tehnis bagi mama-mama ini merupakan kerja sama dari Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR RI  serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merauke.

  “Kegiatan ini merupakan salah satu dampak dari  Covid-19  yang mengharuskan ketahanan pangan kita harus diperkuat sehingga menambah imun tubuh kita  dan seterusnya.  Pembekalan ini pertama dilakukan. Kita berharap kegiatan ini terus menerus dilakukan dalam bentuk bimtek. Jika tadinya kita hanya sekedar  kasih bantuan dan jalan sendiri maka sekarang  bimtek ini diharapkan ada peningkatan dan pemahaman yang lebih jauh bagaimana memproduksi, bagaimana memasarkan. Mereka harus paham soal itu,” kata politisi Partai Nasdem ini.

   Sulaeman Hamzah menjelaskan  bahwa mama-mama  yang hadir ini merupakan  dapurnya kita untuk mempertahankan imun tubuh di masa pandemi saat sekarang ini. Karena itu, lanjut dia, pihaknya menghadirkan berbagai sumber dari Kementrian Pertanian untuk memberikan materi yang harapannya dapat  bermanfaat bagi kepentingan pembangunan di daerah, masyarakat  Merauke khususnya dan membawa nama pemerintah daerah.

   “Kita kasih bimtek  karena  mereka selama ini mengelola sendiri tapi tidak tahu bagaimana memasarkan. Budidaya  pun mereka belum paham total. Karena itu, narasumber yang kita hadirkan   saat ini  yang di dibidangnya. Diharapkan peserta mendapatkan  ilmu yang bermanfaat  bagi mereka sehingga pengelolaan di kelompok ini bisa berjalan dan manfaat untuk kepentingan  seluruh masyarakat,’’  jelasnya.

  Sulaeman Hamzah menambahkan, di masa pandemi ini, kehadiran mama-mama  yang profesional dalam usahanya tersebut dibutuhkan  sehingga ke depan  Merauke tidak perlu mendatangkan sayur dam buah-buahan dari luar. Tapi dengan usaha sendiri dapat  menghasilkan sayur dan buah-buahan segar  secara lokal sehingga ekonomi masyarakat  semakin maju. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *