Meski Pimpin Klasemen, Daud Akui Pertahanan Tim Futsal Papua Masih Rapuh

Pelatih Kepala Tim Futsal Papua Daud Arim saat konferensi pers usai pertandingan melawan Tim NTB di GOR Futsal PON Papua Timika. (PB PON)

TIMIKA—Tim Fustal Papua saat ini memimpin klasemen sementara di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua setelah sukses mengalahkan Sumatera Utara dengan skor 2-1 dan Nusa Tengga Barat dengan skor 3-2 pada Sabtu (25/09) GOR Futsal PON Papua Timika.

Kendati demikian, pelatih Kepala Tim Futsal Papua Daud H. Arim mengaku timnya masih perlu berbenah, tertutama di lini pertahanan belakang yang dinilainy amasih rapuh agar tampil lebih maksimal di laga berikutnya. Hal tersebut disampaikan Daud saat konferensi pers usai pertandingan melawan Tim Futsal Putra NTB di Venue Futsal Poros SP 2-SP 5, Mimika, Sabtu (25/9).

“Pada menit akhir pertandingan babak kedua kami sudah unggul 3-1 sehingga tidak fokus bertahan, karena ingin cepat mengakhiri pertandingan, itu akan kami perbaiki ke depan,” katanya.

Menurut Daud, perubahan transisi dari menyerang ke bertahan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh Tim Futsal Papua. Kendati demikian, dari segi penyerangan Papua sudah menunjukan skema yang cukup baik.

“Kami akan memperbaiki pertahanan, selain itu menajamkan penyerangan karena anak-anak masih terlihat terburu-buru dalam menyelesaikan peluang,” ujarnya.

Daud mengakui anak asuhnya mengalami kendala non teknis sebelum laga, dimana  ada beberapa pemain yang sakit dan sedang alami kedukaan sehingga menggangu konsentrasi mereka sebelum laga dimulai.

Sementara Manajer Tim Futsal Putra NTB Dr Sutama dalam konferensi pers usai laga  menjelaskan, dari pengalaman kekalahan ini akan memperbaiki penyelesaian akhir (finishing).

Kesempatan itu, Sutama mengakui pada babak pertama NTB memang bermain kurang lepas karena masih belum panas pada babak pertama. Selain itu dukungan suporter Tim Futsal Papua juga cukup memberikan tekanan bagi timnya.

“Permainan asli kami baru terlihat pada babak kedua, tetapi memang kita tidak bisa prediksi karena bola itu bulat, jadi meskipun banyak peluang dewi fortuna belum berpihak kepada kami,” katanya. (PB PON/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *