Beberapa Cabor Mulai Kembali, NPC Papua Petakan Kekuatan

Atlet balap kursi roda saat melakukan latihan di Stadion Mahacandra Uncen, Sabtu (25/9). (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Para atlet yang disiapkan oleh National Paralympic Committee (NPC) Papua mulai kembali dari pemusatan latihan (TC) dan masa try out mereka. Sejumlah atlet ini berkumpul di Jayapura untuk menjalani rangkaian persiapan menjelang event Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2021.

Atlet-atlet NPC Papua yang telah berkumpul dan berlatih di Jayapura yakni sepakbola CP, atletik, Tenis Kursi Roda, Panahan, Renang, Tenis Meja dan Catur. Mereka akan memusatkan latihan akhir di Jayapura sebelum nantinya akan tampil di Peparnas XVI, November mendatang.

“Beberapa Cabor yang sudah masuk itu ada renang sudah selesai 100 persen dari Palembang, Sepakbola CP, Atletik, Tenis Meja, kemudian Panahan, dan Tenis Kursi Roda. Kalau dilihat sudah ada tujuh dan catur juga akan masuk secara bertahap. Tenis meja juga masih ada yang dari Makassar juga akan segera masuk ke sini (Jayapura-red),” ungkap Ketua NPC Papua, H. Jaya Kusuma kepada awak media, Minggu (26/9).

Ia mengatakan, berdasarkan pemetaan dengan koordinator 12 cabang olahraga, mereka mendapatkan target realistis perolehan medali pada ajang Peparnas XVI nantinya. NPC Papua memprediksikan para atletnya bisa menggenggam 173 keping medali emas atau 28 persen jumlah medali emas yang disediakan di Peparnas XVI.

“Kalau kami berhitung dari target yang diberikan itu sudah berada di sekitar 173 medali emas, itu sudah berkisar 28 persen dari total nomor pertandingan 639. Nah, kalau saya melihat itu dari target-target yang disampaikan oleh koordinator cabang olahraga, berarti kita bisa juara umum karena sudah hampir 30 persen, malah ada yang bilang 181 emas,” ujar Jaya Kusuma.

Untuk mencapai target tersebut, pengurus NPC Papua meminta agar masing-masing koordinator di 12 cabor yang akan diikuti untuk mengerahkan intelligent sport untuk membaca peta kekuatan lawan.

“Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, itu semua harus dilihat, mereka punya nomor pertandingan itu atletnya turun di mana. Apakah dia bekas atlet elit? Kalau atlet nasional lawan atlet elit, ya jelas kita tidak bisa mengungguli,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *