Aloysius Giyai Ajak IPPMEE Ikut Sukseskan PON XX Papua

Ketua Pembina IPPMEE di Jayapura drg Aloysius Giyai, MKes saat memberikan sambutan pada penutupan Tournamen Bola Volly putra, putri dan bola kaki IPPMEE Cup Ke-10 di lapangan Zakheus Pakage, Padangbulan, Sabtu (25/9) kemarin. (Dok. IPPMEE For Cepos)

Dari Penutupan IPPMEE CUP ke-10

JAYAPURA-Tokoh intelektual Papua drg Aloysius Giyai, MKes yang juga Ketua Dewan Penasehat Masyarakat Adat Pegunungan Tengah Papua, drg Aloysius Giyai, MKes mengajak para pemuda-pemudi dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i suku Mee (IPPMEE) di Jayapura untuk ikut menyukeskan pelaksanaan PON XX Tahun 2021 yang digelar di 4 klaster di Papua. Yakni, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Kabupaten Merauke.

“Saya mengajak IPPMEE, di tanah Tabi Jayapura untuk ikut menyukseskan  PON 2020 tahun 2021,” ungkap Ketua  Pembina IPPMEE drg Aloysius Giyai, MKes  saat menutup  kegiatan Tournamen Bola Volly putra, putri dan bola kaki IPPMEE Cup Ke-10 di lapangan Zakheus Pakage, Padangbulan, Sabtu (25/9) kemarin.

   Aloysius Giyai yang juga Ketua Lembaga Adat Pengunungan Tengah ini menilai bahwa  pelaksanaan PON ini merupakan momen kebangkitan dan harga diri bagi masyarakat Papua. Karena itu, semua harus ikut menyukseskan, jangan terus mengkritisi hal-hal kecil, tapi turut mendukung, bagaimana melihat  PON ini bisa menjadi  momen yang memiliki makna besar bagi masyarakat Papua.

  “Mari kita lihat makna besar dan jerih payah yang telah diperjuangkan oleh Bapak Gubernur Lukas Enembe yang telah menghadirkan even olahraga empat tahunan ini bisa digelar di Tanah Papua, ini sangat luar biasa,”ungkap dokter Allo.

   Sebab, menurut dokter Allo, pelaksanaan PON di Papua ini juga merupakan momen emas yang patut disyukuri seluruh masyarakat Papua, karena  kalau tidak sekarang, masyarakat Papua harus menunggu waktu yang lebih lama lama lagi. Karena belum tentu dalam waktu kurang lebih 100 tahun PON ini  bisa digelar di Papua.

   “Jadi PON ini  betul-betul pertaruhan wibawa dan harga diri  masyarakat Papua yang sudah diperjuangkan bapak Gubernur, dimana Pemerintah Pusat sudah mempercayakan PON bisa dilaksanakan di Papua, sehingga  kita semua wajib untuk menyukseskan,” tutur dokter Alo, Ketua Lembaga Adat Pengunungan Tengah ini.

  Salah satu wujud dukungan terhadap pelaksanaan PON di Papua ini, menurut  dokter Allo yang juga mantan Direktur RSUD Jayapura ini,  diantaranya adalah IPPMEE bisa mendukung suasana aman, nyaman terhadap pelaksanaan PON yang saat ini sudah mulai digelar di empat klaster PON di Papua. Sehingga semua bisa berjalan lancar dan sukes. Diharapkan Papua tidak hanya sukses sebagai penyelenggara tapi juga sukses prestasi dari para atletnya.

   Saat penutupan turnamen IPPMEE Cup,  drg. Aloysius Giyai, M.Kes  juga mengatakan bahwa di tengah krisis kebersamaan orang Papua, kegiatan IPPMEE Cup ini seperti ini juga merupakan hal yang sangat positif untuk menyatukan masyarakat Papua.

  Karena itu, dokter Allo berpesan kepada pengurus IPPMEE dan panitia penyelenggara  agar jangan tenggelam dalam euforia suksesnya kegiatan turnamen ini. Sebab, orang tua sudah merintis dan menyebar agama dan pendidikan di tanah Papua ini, sehingga para pemuda pejalar dan mahasiswa suku Mee ini harus lebih maju lagi.

  “Kalian ditunggu oleh tanah Papua untuk menjadi pembawa damai dan keadilan di tanah ini. Oleh sebab itu kalian harus menjadi orang tampil nomor satu di tengah masyarakat yang berbeda suku, beda bahasa, beda agama dan beda budaya,” pesannya

   Sementara itu, Ketua IPPMEE di Jayapura, Abniel Doo memberikan apresiasi atas dukungan dan peran aktif dari dokter Aloysius Giyai selaku Ketua Pembina IPPMEE dan Kepala Suku Besar Mee di Papua dalam kegiatan Turnamen IPPMEE Cup ini. Menurutnya, selain memberikan bantuan modal kepanitian, dokter Allo juga memberikan perhatian serius kepada pemuda dan pelajar suku Mee dengan hadir dalam pembukaan dan penutupan kegiatan ini.

  “Kami sangat mengapresiasi, bapak dokter Aloysius Giyai, yang memberikan perhatian serius kepada kami untuk tetap menjaga persatuan dan persatuan masyarakat Papua melalui kegiatan turnamen ini,” ungkap Abniel Doo saat dihubungi Cenderawasih Pos, tadi malam.

   Menurutnya, melalui kegiatan turnamen ini diharapkan bisa mengembangkan bakat bidang olahraga dari masyarakat, khususnya pemuda pelajar dan mahasiswa/i suku Mee, terutama untuk cabang olahraga bola voli dan bola kaki, agar mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Melalui kegiatan positif ini, diharapkan juga bisa mencegah generasi muda suku Mee dari pengaruh negatif lainnya, baik pergaulan bebas, miras maupun narkoba.

  Pihaknya mengaku juga merespon positif ajakan dari dokter Aloysius Giyai untuk mendukung Gubernur Papua dalam menyukseskan pelaksanaan PON XX tahun 2021 di Papua. “Kami siap untuk mendukung dan menyukseskan PON di Papua,”tandasnya.

  Sementara itu, dari hasil pelaksanaan Tournamen Bola Volly putra, putri dan bola kaki IPPMEE Cup Ke-10 yang diikuti kurang lebih 94 tim putra dan putri dan dimulai sejak (6/9) lalu akhirnya selesai digelar. Dari seluruh pertandingan yang memperebutkan piala bergilir dan uang pembinaan IPPMEE Cup, akhirnya yang keluar sebagai juara Bola Volly Putra adalah Koslap A juara I, Kedegapo juara II, Koslap B Juara III, dan Deiyai juara IV. Bola Voly Putri Juara I Kombres, juara II Oyaba, Juara III Koslap dan Juara IV Kedegapo. Kemudian untuk bola kaki juara I Yalimo FC, juara II Sific United, juara III Beto Putra dan juara IV Bomou FC.

  Terpilih sebagai pemain terbaik bola Volley putra adalah Revi dari Koslap A, pemain terbaik Volly Putri adalah Agustina Mero dari Club Oyaba, pemain terbaik bola kaki adalah Justen Uwakdana dari Sifik United dan pencetak gol terbanyak (top skor) adalah Yani dari Beto Putra.

  Dalam upacara penutupan Tournamen IPPMEE Cup ini dihadiri juga oleh pejabat-pejabat Mee kader-kader IPPMEE yang sangat  mendukung kegiatan ini. Acara penutupan, Sabtu (25/9) kemarin diwarnai dengan  pertandingan partai final antara Yalimo FC dan Sific  United berakhir dengan Skor 2:0 untuk kemenangan Yalimo FC.

   Akhirnya IPPMEE Cup Ke-10 ditutup resmi oleh drg. Aloysius Giyai, M.Kes pada pukul 18.25 di lapangan Zakheus Pakage. Panitia juga  menyerahkan piala dan uang pembinaan kepada club-club pemenang, pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *