Alex Waisimon Minta Presiden Bantu Jaga Hutan Papua

Alex Waisimon. ((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Pegiat lingkungan asal Kampung Rhepang Muaif Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura, Alex Waisimon meminta Presiden Joko Widodo untuk bisa ikut terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan di Papua terlebih soal kondisi hutan dan populasi Cenderawasih. Kondisi hutan dan populasi Cenderawasih dianggap cukup mengkhawatirkan mengingat perburuan dan pembukaan lahan terus terjadi. Alex mengingatkan ini karena kepeduliannya terhadap hutannya di Nimbokrang yang terancam dari masuknya investor kelapa sawit  yang sudah pasti berdampak pada keberadaan Cenderawasih itu sendiri.

“Cenderawasih itu tidak main disembarang pohon, kalau ia cocok dipohon itu, besok dan seterusnya ia akan main di pohon itu. Tapi kalau pohonnya ditebang akibat pembukaan lahan tentunya ia akan semakin masuk ke dalam hutan dan sulit ditemukan,” kata Alex saat menghadiri Mini Festival Animal Lovers Jayapura di Lapangan Trisila, Hamadi, Sabtu (24/9). Selama ini Alex berjuang untuk Cenderawasih yang digarap lewat eco wisata bird waching. Satu pekerjaan yang dipakai untuk menopang hidup keluarganya. Ia sendiri sudah pernah dipanggil Presiden Jokowi dan menerima penghargaan Kalpataru atas upayanya menjaga hutan dan satwa Burung Cenderawasih.

Sepulangnya dari pekerjaan kapal pesiar beberapa tahun lalu, ia memilih masuk hutan dan menjaga Cenderawasih. “Tidak harus membunuh untuk mendapatkan uang,” katanya. Hanya kondisi hutannya bisa saja terancam karena perburuan Cenderawasih masih terjadi. “Kalau datang ke Papua untuk PON nanti, saya harap presiden tidak mengenakan mahkota Cenderawasih sebab secara undang – undang itu salah dan presiden harus membantu menyuarakan ini. Lagipula tidak semua boleh pakai mahkota itu,” bebernya.

Sementara pegiat lingkungan lainnya, Irwan Johan juga sepakat bahwa populasi  Cenderawasih masih dalam ancaman sehingga masyarakat perlu memahami untuk ikut menjaga. “Tidak harus menjaga dengan memberi makan, dengan membiarkan ia hidup di hutan itu bagian dari menjaga.  Tapi dari semangat ini kami justru agak miris karena masih saja ada pejabat yang tidak paham. Masih memelihara satwa dilindungi termasuk oknum aparat keamanan apakan TNI maupun Polri, sama saja,” sindir Irawan. Seperti diketahui burung Cenderawasih terus terancam dimana dari pembukaan lahan maupun perburuan liar yang masih terjadi. Untuk perburuan liar ini tak lepas dari adanya permintaan pasar.

“Saya setuju dengan adanya permintaan pasar dimana masih ada lapak – lapak yang menjual bagian potongan hewan dilindungi  dan itu tidak tersentuh oleh instansi yang berkaitan, contohnya saja lapak penjualan asesoris di gapura wali kota dan saya pikir wali kota juga tahu akan hal ini tapi jumlah yang lebih besar kami sinyalir keluar lewat kapal termasuk kapal milik aparat keamanan,” tutupnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *