Workforce dan Satgas Bidang Arena Dibekali 

Para peserta saat mengikuti pembekalan kemarin.  (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Selama dua hari, Bimbingan Teknis (Bimtek) Workforce (Tenaga Kerja) dan Satgas Bidang Arena Sub PB PON XX Papua 2021 Klaster  Merauke digelar di Swissbel Hotel Merauke, Jumat (24/9) kemarin. Bimtek dilaksanakan untuk mensinergiskan tenaga SDM Bidang Arena dalam pelaksanaan PON XX tahun 2021.

   Kemudian bagaimana penyebaran workforce, fungsi dan tugas workforce Bidang Satgas di bidang arena agar dapat berjalan maksimal. “Pertandingan mulai berlangsung di Klaster Merauke tanggal 29 September untuk Cabor Wushu dan akan berakhir tanggal 13 Oktober, sehingga kita semua harus benar-benar siap untuk laksanakan tugas,” ungkap Koordinator Bidang Arena PB PON Klaster Merauke, Robby Wanggai pada pembukaan Bimtek.

    Hari pertama Bimtek, 113 peserta  mengikuti materi, selanjutnnya simulasi lapangan pada hari kedua sehingga peserta lebih memahami praktek di lapangan terkait tugas selama pelaksanaan PON. Peserta tersebut akan  tersebar di 5  venue yakni di Hotel Swissbel untuk Cabor Catur, Arkilaus Sai untuk Anggar, Stadion Katalpal Cabor bola kaki  putri, Gor Head Sai untuk Cabor Wushu dan Gulat, serta  Sirkut Fregeb Waninggap Sai Gautak untuk Cabor bermotor yakni road race dan motor cross.

  “Saya harapkan kawan-kawan Satgas harus tahu betul anatomi venue, kaitannya dengan emergency action kalau terjadi sesuatu. Jangan  orang baku tabrak, mau keluar kemana semua harus jelas. Masing-masing wajib punya buku pedoman agar tidak bingung,” pinta Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua Klaster Merauke Otniel Mamahit, SH.

   Dikatakan, workforce dan Satgas Bidang Arena harus mampu mengendalikan penonton. Untuk di ruang terbuka maksimal 20 persen penonton, sedangkan ruang tertutup hanya 10 persen penonton. Selain itu, juga antisispasi ketika terjadi cidera pada atlet maka jalur ambulance harus jelas tidak terhambat oleh penonton.

   “Sejak bendera PON diserahkan ke klaster oleh Gubernur Papua, tanggung jawab penuh ada di Klaster Merauke. Dengan demikian dengan segala perangkat, semangat dan kemampuan Merauke siap. Pelaksanaan PON ini adalah harga diri masyarakat Papua dan masyarakat Merauke,” tegas Otniel.

   Ketua Panwasra Klaster  Merauke menyebut ada tiga hal yang dibutuhkan oleh kontingen dan menjadi perhatian bersama adalah transportasi, konsumsi dan akomodasi. Tiga hal ini ditanggung oleh PB PON Papua sehingga diharapkan kontingen tidak mengalami kesulitan untuk tiga kebutuhan tersebut. “Mari kita sepakat segala daya upaya dan kemampuan kita kerahkan termasuk menyangkut keamanan untuk sukseskan PON XX Papua Klaster Merauke,” pinta Otniel. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *