Pandemi, Kantor Pertanahan Hanya Layani  399 Sertifikat Gratis

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Merauke Pieter Tjontje Waromi, S.ST foto bersama warga dari Kelurahan Muli, Merauke setelah penyerahan sertifikat tanah secara gratis pada peringatan 61 Tahun UU Pokok Agraria di Kantor Pertanahan Kabupaten Merauke,   Jumat (24/9).  (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Jika sebelum pandemi, pemerintah pusat memberikan ribuan sertifikat gratis  bagi masyarakat yang berada di wilayah kerja  Kantor Pertanahan Kabupaten Merauke yang meliputi  Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi dan Kabupaten Asmat, namun untuk tahun  2021 ini  hanya melayani 399 sertifikat tanah gratis tersebut.

   Kepala Kantor Pertanahan  Kabupaten Merauke Pieter Tjontje Waromi, S.ST, ditemui Cenderawasih Pos seusai upacara memperingati  61 tahun  Undang-Undang Pokok Agraria menjelaskan bahwa dengan adanya pandemi  membuat kuota sertifikat tanah gratis yang diberikan pusat untuk Kantor Pertanahan Merauke  sangat terbatas, hanya 399 sertifikat.

   “Tahun ini sangat kurang. Biasanya  2.000 sampai 3.000 sertifikat tanah gratis  di 3-5 kelurahan. Tapi tahun ini kita hanya dikasih 399 sertifikat gratis,” tandas Pieter Waromi.   

   Dikatakan,  sertifkat tanah gratis tersebut hanya diperuntukan  untuk Kelurahan Muli dan Kelurahan Rimba.  Keduanya ada di Distrik dan Kabupaten Merauke. “Tadi kita sudah berikan secara simbolis. Untuk  Kelurahan Muli, ada 161  sertifikat. Sedangkan untuk Rimba Jaya masih dalam proses. Ini karena  kita  terkendala Covid. Teman-teman  mau turun tapi agak sulit karena dilakukan secara door to door,” jelasnya.

   Ada juga  yang  syarat kelengkapannya masih kurang sehingga memperlambat penerbitan sertifikat tanah gratis tersebut.  Sertifikat gratis yang diberikan ini, jelas Pieter Tjontje Waromi  tidak hanya terbatas pada tanah untuk pekarangan atau perumahan, namun juga untuk  sawah. Namun  untuk  sawah luasnya maksimal 5 hektar. “Kalau sudah di atas 5 hektar  itu pengurusannya sudah di provinsi,” terangnya.

   Sebenarnya,  tambah dia, sertifikat  gratis ini diperuntukan bagi masyarakat ekonomi lemah, namun  untuk di kelurahan,  data harus lengkap baru bisa dilayani. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *