Gerald Sokoy, Nakes Hilang di Kiwirok Akhirnya Kembali

Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST. M.Si, saat menyerahkan Gerald Sokoy kepada keluarganya di Hotel Horex Sentani, Sabtu (25/9). (Robert Mboik/Cepos )

SENTANI-Gerald Sokoy  tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Kiwirok,  Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang sempat hilang dalam peristiwa kekerasan dan pembakaran yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal  Bersenjata (KKB), akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga di Hotel Horex Sentani, Sabtu (25/9). Dimana sebelumnya KKB menyerahkan Gerald kepada Pemda  Pegunungan Bintang.

 

 

Sebagaimana diketahui,  Mantri Gerald dinyatakan hilang sesaat setelah kejadian kekerasan dan pembakaran puskesmas dan  sejumlah fasilitas milik  pemerintah di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang pada tanggal 13 September 2021.

 

 

Pantauan media ini, Gerald Sokoy masih mengenakan pakaian switer biru tua dan kaus dalam warna putih dan dipadukan dengan celana traning hitam. Pakaian yang dikenakan Gerald masih sama persis dengan yang foto yang  dimunculkan oleh pihak KKB ketika mengonfirmasi keberadaan Gerald Sokoy beberapa   waktu lalu.

 

Pada saat prosesi penyerahan ini, Gerald tampak tidak banyak bersuara. Dia hanya sekali berbicara memberikan keterangan pers saat diberi kesempatan berbicara oleh Emanuel Gobay yang bertindak sebagai moderator saat prosesi penyerahan itu.

 

 

Namun, dia tidak banyak memberikan keterangan terkait dengan pengalamannya selama dia diduga disandera pihak KKB.

 

 

“Pertama saya sampaikan ucapaan syukur kepada Tuhan Yesus karena saya sudah sampai disini dengan selamat. Kejadian saat itu tanggal 13 September, pagi pagi, kami siap mau pelayanan. Didalam rumah saja, tiba-tiba ada yang teriak suruh keluar dari rumah. Kita mau bakar rumah-rumah ini. Jadi kita mau keluar. Karena su takut sekali jadi, lari saja keluar. Saya lari duluan keluar. Saya langsung lompat ke jurang,” ungkapnya.

 

Gerald juga mengaku sempat mendengar suara tembakan senjata api dari dalam rumah yang ditempatinya bersama rekannya. Karena perasaan takut, dia lantas berusaha lari dari tempat kejadian dan melompat ke jurang sekitar 300 meter.

 

 

“Sebelum saya keluar, sempat dengar juga tembakan dari dalam kitong punya rumah. Bunyi tembakan itu yang saya kaget tambah balap lagi lari. Lompat kedalam jurang. Sudah itu saya lari terus, tidak pernah balik kebelakang lagi. Turun dikali, sampe sudah mulai tenang baru saya jalan pelan-pelan,  sampai dimana saya bisa tidur, saya tidur sampai saya selamat hari ini,” singkatnya.

 

 

Karena alasan keamanan dan kesehatan Gerald, pihak keluarga masih keberatan untuk menceritakan detail dari peristiwa ini. Gerald juga tidak menyebut secara pasti apakah dia disandera pihak KKB atau tidak. Namun dia mengakui, kebenaran   foto dirinya bersama sejumlah anggota KKB  yang sempat beredar dimedia sosial beberapa waktu lalu.

 

“Iya itu benar saya, ” ujarnya singkat.

 

Untuk diketahui, proses evakuasi Gerald Sokoy berawal dari koordinasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat setempat melalui SSB dengan pihak tokoh gereja yang ada di Kiwirok.

 

Selotius Taplo salah satu tokoh masyarakat Kiwirok yang membantu dalam proses penjemputan Gerald Sokoy ini mengatakan, setelah dibangun komunikasi dengan toko gereja, Gerald dibawa ke Distrik Okika salah satu distrik pemekaran di Kiwirok. (roy/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *