Tak Puas Hasil Lelang, Oknum Pengusaha Bakar Ban

Aksi bakar ban yang dilakukan oknum pengusaha di depan Gerbang Kantor Otonom Pemda Jayawijaya, Rabu (22/9). (Denny/ Cepos )

WAMENA-Diduga karena tidak puas dengan hasil lelang proyek yang yang dilakukan oleh Unit Layanana Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Pemkab Jayawijaya, salah oknum pengusaha melakukan protes di depan Gedung Wenehule Hubi Kantor Otonom Kabupaten Jayawijaya, Rabu (22/9). Aksi protes ini sempat menganggu, karena dilakukan dengan cara menutup pintu pagar dan membakar ban bekas di depan pintu gerbang.
Menanggapi hal itu, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi mengatakan oknum pengusaha itu membakar ban di depan pintu masuk kantor bupati sebagai protes karena tidak memenangkan proyek. Menurut Bupati, ini sebenarnya keliru karena pemerintah sudah melakukan pelelangan sesuai prosedur melalui ULP Jayawijaya.
“Yang melakukan pembakaran ban di depan kantor Otonom itu salah satu pengusaha, bukan pengusaha semua. Ini salah. Karena secara aturan kami sudah lelang secara murni melalui ULP Jayawijaya.” ungkapnya Selasa (22/9) kemarin
Jhon Banua mengatakan semua proyek pemerintah dilakukan melalui prosedur, baik yang penunjukan maupun lelang. Artinya Rp 2 Miliar ke bawah itu dilakukan penunjukan langsung, sedangkan Rp 2 Miliar ke atas itu dilakukan pelelangan.
“Kita sudah lelang dan kalau menang, tidak bisa menuntut. Paketnya cuma satu masa dua orang yang menang,” ujarnya.
Ia memastikan paket pekerjaan yang menjadi tuntutan oknum pengusaha itu sudah dimenangkan oleh pengusaha asli Papua juga, sehingga kalau menuntut lagi sampai melakukan aksi bakar ban di depan kantor Bupati ini keliru.
“Yang menang juga anak putra daerah, bukan dari mana-mana, sehingga kalau untuk menuntut dengan cara-cara seperti itu, jelas salah,” katanya.
Ia mengharapkan ULP Jayawijaya melakukan sosialisasi kepada pengusaha agar mereka paham bahwa pekerjaan di pemerintah tidak sebanyak jumlah pengusaha, sehingga pasti ada yang menang dan ada yang tidak.
“Siapa saja punya hak untuk ikut pelelangan, karena nilainya di atas Rp 2,5 M sehingga yang penawarannya baik maka akan memenangkan pelelangan tersebut, dalam pelelangan kita tidak bisa tunjuk atau tentukan,” tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *