Pembukaan PON XX Tetap Dihadiri Presiden

Tampak venue Rugby Papua di Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, yang diresmikan, Rabu (22/9). Insert, Gubernur Papua, Lukas Enembe menekan sirine saat meresmikan Rugby Papua. (Erik / Cepos)

 

 

Atlet Softball Putra Lampung saat melakukan pemukulan bola saat menghadapi Softball Putra Sulawesi Utara pada laga perdana PON XX 2021 yang dilaksanakan di Stadion Baseball dan Softball Agus Kafiar Uncen, Rabu (22/9). (Erik / Cepos)

*Laga Perdana Softball, Juara Bertahan Keok, Hari Ini Papua Menang WO

JAYAPURA-Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda memastikan bahwa upacara pembukaan PON XX 2021 Papua yang dilaksanakan pada 2 Oktober mendatang akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo.
“Bapak Presiden pasti akan hadir dalam upacara pembukaan, dan Wakil Presiden di upacara penutupan. Tapi sejauh sampai hari ini, kita akan pastikan Presiden akan hadir karena ini event nasional,” ungkap Yunus Wonda kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di venue Menembak Outdoor Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (22/9).
Yunus Wonda juga menyebutkan, bahwa Presiden Jokowi memberikan perhatian yang sangat besar untuk kesuksesan pelaksanaan PON XX di Bumi Cenderawasih.
“Selama ini beliau (Jokowi) selalu memberi perhatian terkait pembangunan-pembangunan venue, mengeluarkan Inpres kepada kita, itu membuktikan keseriusan Bapak Presiden akan hadir dalam pembukaan,” ujar Yunus Wonda.
Terkait soal jumlah penonton yang diizinkan hadir saat upacara pembukaan menurut Yunus, panitia tetap konsisten memberikan kuota sebanyak 10 ribu penonton, dengan persyaratan wajib vaksin.
“Soal jumlah yang ada di dalam stadion, ya memang kita tidak akan dapat jumlah yang banyak. Karena sebagian besar di tribun timur tidak mungkin ada penonton. Itu sudah dipakai untuk background panggung. Kita hanya ada di tribun selatan, utara, dan barat. Soal mekanismenya seperti apa, kita masih akan tunggu dari pemerintah pusat. Tapi syarat utama harus vaksin,” tegasnya.
Yunus Wonda juga menyebutkan, bahwa panitia akan mulai memperketat prokes di setiap venue mulai Kamis (23/9) hari ini. Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan di venue agar mematuhi protokol kesehatan yang sudah diterapkan oleh panitia. Seperti menjaga jarak, memakai masker, mengukur suhu dan terutama sudah menjalani vaksinasi Covid-19.
“Soal prokes kita sudah siapkan di setiap venue, jadi saya pikir itu tidak ada masalah. Tinggal kita minta kepada seluruh masyarakat untuk prokesnya tetap dijalankan. Jangan sampai orang di pusat banyak melihat kita nomor duakan prokes. Kita harus dinomor satukan prokes. Sehingga para tamu yang datang nanti percaya diri bahwa di Papua sudah aman untuk bisa dilaksanakan,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., Rabu (22/9) kemarin, telah meresmikan venue Rugby Papua Silas Papare yang berada di lokasi Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura. Nantinya venue tersebut akan digunakan sebagai venue pertandingan cabang olahraga Rugby pada PON XX yang sedianya akan dilaksanakan pada 12-14 Oktober.
Gubernur Enembe berharap, dengan hadirnya venue bertaraf internasional tersebut dapat memacu semangat para atlet Rugby Papua dalam meraih prestasi terbaik di ajang PON XX.
“Kita harus tunjukan bahwa kita bisa berprestasi, dan mengangkat harkat dan martabat orang Papua. Saya yakin kita bisa mencapai prestasi terbaik, pemerintah sudah menyiapkan bonus bagi atlet yang meraih prestasi. Tunjukan bahwa kita juga bisa mengibarkan bendera merah putih di ajang Internasional,” ungkap Gubernur Enembe dalam sambutannya.
Selain meresmikan venue Rugby, Gubernur Enembe juga melakukan penandatangan kerja sama (PKS) pinjam pakai seluruh venue PON dan peralatan PON XX dengan PB PON XX Papua kemudian Peluncuran Sistim Aplikasi Elektornik Peralatan Olahraga Papua (SI-EPOP).
“Dengan fasilitas yang lengkap ini, saya berharap atlet Papua bisa menjadi atlet terbaik. Atlet Papua juga harus mengharumkan nama Indonesia di event Sea Games, Asian Games bahkan Olimpiade. Kita harus bisa wujudkan itu,” ujar Gubernur Enembe.
Sementara itu, Plt. Kadisorda Papua, Alexander Kapisa mengatakan bahwa progres pembangunan venue Rugby Papua dimulai sejak 18 Juni 2021 dengan kalender kerja 100 hari. Tapi menurut Alex sapaan akrabnya, venue yang menghabiskan anggaran Rp 124 miliar APBD provinsi itu justru selesai lebih awal dari kalender kontrak yang harusnya berakhir pada 26 September mendatang.
“Venue rugby ini yang dibangun dalam waktu yang sangat singkat. Tentunya dalam pengerjaannya harus tetap memenuhi standar yang telah ditentukan oleh induk Cabor Rugby, baik induk Cabor nasional maupun standar yang telah ditetapkan oleh federasi internasional rugby. Puji Tuhan, dengan jaminan nama besar PT PP venue rugby ini dapat diselesaikan selama 94 hari atau lebih cepat 1 minggu dari jadwal yang ditetapkan dalam kontrak,” ucap Alex.
Alex juga menyebutkan bahwa mereka mendapatkan 3 catatan rekor Muri terkait progres pembangunan venue Rugby. Yakni pembangunan gelanggang Rugby standar World Rugby tercepat, pemasangan rumput sintetik pada Field of Play terluas (atau tercepat) serta pembangunan gelanggang olahraga dengan sistem prefabrikasi pertama.
Secara terpisah, pelatih kepala Rugby Papua, George Deda melayangkan apresiasi kepada orang nomor satu Papua, Gubernur Enembe yang sudah menghadirkan venue Rugby bertaraf internasional di tanah Papua. Ia mengaku siap membayar kepercayaan tersebut dengan sepasang medali emas di PON XX Papua.
“Kami dari cabang olahraga Rugby sangat mengapresiasi dengan adanya venue yang megah ini, dan ini sangat menginspirasi para atlet untuk meraih prestasi. Terima kasih kepada pemerintah Papua, dan tanpa mendahului kehendak Tuhan, kami akan berusaha mengawinkan dua medali emas,” pungkas Deda.
Adapun laga perdana PON XX 2021 yang mempertandingkan cabang olahraga Softball Putra di Stadion Baseball dan Softball Agus Kafiar Uncen, Rabu (22/9) berjalan sengit, mempertemukan dua tim berlabel jawara, Sulawesi Tenggara dan Lampung. Sulawesi Tenggara sebagai juara bertahan harus mengakui keunggulan Lampung sebagai juara Pra PON dengan skor 11-3.
Awalnya, Sulawesi Tenggara tampil maksimal pada inning pertama dan langsung memimpin dengan skor 2-0. Skor tersebut masih bertahan hingga inning 2. Masuk Inning 3, Lampung kembali menambah poin dan unggul dengan skor 3-0. Petaka menghampiri Sulawesi Utara pada inning 4, giliran Lampung yang mampu menciptakan 11 angka dan berbalik memimpin dengan skor 11-3. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir.
Kemudian pertandingan kedua, DKI Jakarta juga tampil apik saat bersua dengan Papua Barat. DKI Jakarta sukses meraih kemenangan 9-1 atas Papua Barat. Pada inning pertama, DKI Jakarta sudah lending dengan skor 4-1, skor tersebut bertahan hingga inning 2. Pada inning 3, DKI kembali menambah 4 poin dan merubah kedudukan menjadi 8-1. Pada inning 4, DKI kian menjauh setelah kembali menambah satu poin, skor 9-1 bertahan hingga inning terakhir.
Sementara pada pertandingan ketiga, tim Softball Putra Banten sukses meraih kemenangan secara cuma-cuma. Banten berhasil menang WO atas Kalimantan Timur yang tidak hadir saat pertandingan berlangsung.
Ketua Panitia Pelaksana, Agusthinus Joumilena mengatakan, bahwa Kalimantan Timur merupakan salah satu kontestan yang dinyatakan lolos melalui jalur Pra PON. Namun Kalimantan Timur tidak bisa hadir ke Papua dikarenakan keterbatasan anggaran.
“Benar, Banten dinyatakan menang WO karena Kalimantan Timur tidak hadir ke Papua. Sebenarnya sedikit disayangkan karena mereka sudah lolos dari 7 tim yang bermain di PON XX 2021. Tapi Kalimantan Timur tetap masuk dalam jadwal pertandingan dan siapa yang menghadapi Kalimantan Timur sudah pasti dinyatakan menang WO,” ungkap Joumilena kepada Cenderawasih Pos saat ditemui usai pertandingan.
Joumilena juga memastikan Softball Putra Papua hari ini, Kamis (23/9) akan menuai kemenangan secara WO. Pasalnya panji-panji Papua hari ini dijadwalkan bermain dengan Softball Kalimantan Timur yang sudah dinyatakan gugur karena tidak hadir ke Papua.
“Besok (red-Kamis) Papua juga akan menang WO atas Kalimantan Timur. Kalimantan Timur sudah diputuskan dalam Technical Meeting bahwa mereka sudah gugur,” pungkas Joumilena.
Selain pertandingan Papua dengan Kalimantan Kalimantan Timur, di hari yang sama juga mempertemukan Banten dengan Papua Barat dan Lampung menghadapi DKI Jakarta. Sekadar diketahui, 7 tim Softball Putra menerapkan setengah kompetisi, seluruh tim akan saling berhadapan untuk menentukan empat tim yang lolos ke page system, dan final. (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *