Materi APBD Perubahan Lebih Banyak Refocusing Anggaran

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi memberikan salam usai menghadiri sidang di ruang sidang DPRD Kabupaten Jayawijaya beberapa waktu lalu. (Denny/ Cepos )

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi mengungkapkan bahwa materi APBD Perubahan Tahun Anggaran 2021 saat ini masih dalam proses penyusunan. Materinya lebih focus pada refocusing anggaran yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.
Bupati Jhon berharap materi APBD Perubahan TA 2021 ini bisa segera diserahkan kepada DPRD untuk ditindak lanjuti dalam pembahasan bersama. “Kita sudah siapkan materi, karena ini melalui aplikasi, Bappeda lagi siapkan. Kalau sudah, mungkin dalam satu minggu ke depan kita bisa serahkan ke DPRD.” ungkapnya Rabu (22/9) kemarin.
Menurut Bupati, materi APBD Perubahan hanya fokus di refocusing, tidak ada tambahan lain-lain. Sebab, hanya refokusing dari aturan yang 8 persen dari DAU (Dana Alokasi Umum) dan DBH (Dana Bagi Hasil) itu yang direfocusing sebesar Rp 50 Miliar lebih. Sebagian adna itu adalah di dana kesehatan, termasuk di pertanian, perindag, untuk bantuan Bama kepada masyarakat.
“Tidak banyak yang dilakukan perubahan, hanya beberapa saja yang dimasukkan karena dalam APBD Induk kemarin kita melakukan refocusing anggaran, sehingga ini yang dimasukkan ke dalam perubahan anggaran,”jelasnya.
Setelah dilakukan penyusunan APBD Perubahan dalam aplikasi, barulah materi akan diserahkan eksekutif kepada legislatif untuk dilakukan pembahasan setiap komisi yang ada, bersama dengan tim anggaran pemerintah daerah.
“Kalau sudah dibahas bersama, baru kita akan lakukan sidang, dan jika ditetapkan kita akan membawa RAPBD Perubahan ini ke tingkat Provinsi untuk dibahas disana lagi sesuai dengan apa yang sudah kita usulkan,” jelas Bupati Banua.
Ia juga menyinggung jika dalam RAPBD Perubahan tak ada agenda fisik yang dilakukan, dimana sejak awal memang juga untuk pekerjaan fisik di Pemda Jayawijaya pada tahun 2021 ini tidak banyak yang dilakukan, sehingga dalam perubahan juga tidak ada agenda pekerjaan fisik.
“Kita lihat waktu juga untuk melakukan pekerjaan fisik, karena efektif waktu saat ini tinggal 3 bulan sehingga tidak bisa dilakukan pekerjaan fisik,” pungkasnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *