Diancam Parang, IRT Diperkosa dari Depan dan Belakang

Tersangka pemerkosa IRT saat dilimpahkan ke kejaksaan Negeri Merauke, Rabu (22/9) (Sulo/Cepos )

MERAUKE-Tersangka pemerkosaan terhadap seorang ibu rumah tangga di Distrik Ulilin, Merauke berisial YNB (19) akhirnya dilimpahkan oleh Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Merauke, Rabu (22/9).
Tersangka yang sehari-harinya bekerja sebagai tenaga kerja borongan di salah satu perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Ulilin tersebut dilimpahkan karena berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P.21.
“Berkasnya sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan sehingga hari ini tersangka dan barang bukti kita limpahkan ke Jaksa,” kata Kanit PPA Reskrim Bripka Alfiyah Lakuy kepada wartawan, kemarin.
Alfiyah Lakuy mengurai kembali kronologi kejadian yang terjadi pada bulan Juli 2021 sekitar pukul 08.00 WIT. Berawal saat korban yang baru 2 bulan datang di Papua dan baru selesai melahirkan 2 bulan itu sedang mencuci di dapur barak karyawan yang ditempatinya.
Tiba-tiba tersangka masuk dari depan dengan membawa parang kemudian langsung menutup dan mengunci pintu. Mendengar ada seseorang masuk dalam rumah, korban bergegas ke bagian depan. Ternyata tersangka sudah berdiri di ruang tengah dengan memegang sebilah parang. Lalu mengajak korban untuk berhubungan badan dengan ancaman parang.
Karena melihat dan ketakutan itu, korban terpaksa menuruti permintaan tersangka, yang memperkosa korban tidak hanya dari depan, tapi juga dari belakang. “Tersangka memperkosa korban dari bagian depan dan belakang,” kata Alfiyah Lakuy.
Saat korban dalam posisi terlentang, kemudian melakukan perlawanan dengan menendang tersangka membuat tersangka terpental dan parang yang dipegangnya terjatuh. Kesempatan tersebut digunakan korban melarikan diri dan minta tolong sehingga masyarakat berhasil menangkap tersangka pada hari itu juga selanjutnya menyerahkan ke Polisi.
“Tersangka dijerat Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” pungkasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *