Aktris Asal Jogya Kagum Kehangatan Papua

Eka Nusa Pertiwi (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Aktris asal Jogyakarta, Eka Nusa Pertiwi mengaku kagum dengan kehangatan Papua. Ia melihat bentuk pluralisme sejatinya sangat nyata di Jayapura dan ini menurutnya berbeda dengan frame yang dibentuk di luar Papua. Alumni Institut Seni Jogyakarta ini menganggap Papua selain indah juga memiliki toleransi yang tinggi. Ia sendiri ke Jayapura untuk membantu para pekerja seni untuk menghidupkan dunia teater di Jayapura.
Gadis kelahiran 1990 yang sudah membintangi 12 film ini membagikan banyak ilmu yang dimiliki dan yang diinginkan adalah anak – anak muda di Papua bisa menyampaikan pesan perubahan dengan kemampuan yang dimiliki. “Saya kagum dan senang bisa datang ke Papua. Yang saya dengar di luar dengan yang saya lihat di dalam jauh berbeda. Saya pikir ada frame yang salah yang disampaikan ke luar tentang Papua,” beber Eka Pertiwi saat bertandang ke Rumah Bakau Jayapura, Rabu (22/9). Ia bahkan kaget ketika sedang ngobrol kemudian mendangar ada suasa adzan magrib yang terdengar sangat jelas.
Ia kemudian memutuskan pembicaraannya dan mengomentari soal adzan di tengah masyarakat yang didominasi bukan muslim. “Terimakasih Papua, terima kasih Papua. Ini indah sekali, saya tidak menyangka,” ucapnya. Eka Nusa Pertiwi mengawali karirnya sebagai pemain teater dan ia sudah berprestasi sejak kuliah pada tahun 2009. Ia mendapat penghargaan sebagai aktris monolog favorit di Festival Kesenian Jogyakarta. Iapun menjadi perwakilan aktris teater dalam program revitalisasi seni Indonesia – Jepang di Osaka pada tahun 2010. Ia juga menjadi aktris pertama yang mementaskan Heart of Almond Kelly karya Wishing Shong.
Karir aktingnya berlanjut dengan bermain dalam film Travel kemudian film berjudul Mata Tertutup hingga Perempuan Tanah Jahanam. Ia juga membintangi Film Hitam, Film Tengkorak dan The Window pada tahun 2016. Eka juga merangkap sebagai sutradara drama musical yang berjudul Ambar dan Ketawang. Ia masih melanjutkan kemampuannya lewat karya kedua berjudul Masquerade dan berhasil menarik penonton dari berbagai geneasi. Tercatat sudah 12 film yang dibintangi dan Eka Nampak tetap seperti layaknya mahasiswi yang mudah bergaul dan suka berbagi cerita. (ade/wen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *