Rehabilitasi Anak Aibon Terkendala Biaya

AKBP.Muh Safei, A.B, SE (Denny/Cepos)

WAMENA-Kapolres Jayawijaya AKBP.Muh Safei. A.B. SE mengungkapkan bahwa penanganan untuk anak -anak yang kecanduan  lem Aibon hingga kini memang belum ada tempat rehabilitasinya. Namun, tahun lalu BNN Provinsi Papua sudah bisa melakukan rehabilitasi terhadap penyalahgunaan aibon pada 5 tempat di luar Papua.

Menurut Safei yang pernah bertugas di BNN Papua ini, yang menjadi kendala dalam penanganan anak aibon ini,  negara tidak menanggung pembiayaan untuk mendatangkan pasien itu, namun hanya menanggung tempat rehabilitasinya.

“Persoalan yang ada untuk menggeser anak-anak penyalahguna Aibon untuk direhabilitasi, pertama yang menjadi kesulitan adalah pembiayaan. Sebab untuk membawa mereka untuk direhabilitasi negara tidak menanggung, tetapi tempat rehabnya negara tanggung di 5 tempat yang ada di Luar Papua,” ungkapnya Selasa (21/9) kemarin.

Kapolres ja menyarankan  kepada pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk menyelamatkan anak -anak penyalagunaan Aibon. Sebab, mereka ini bagian dari generasi muda, tetapi karena salah bergaul sehingga melakukan seperti itu. Seperti di Wamena, diakui Kapolres juga banyak sekali anak -anak yang menyalahgunakan Aibon.

“Mungkin Dinas Sosial bisa mendata dan memberikan pembinaan, dengan melakukan edukasi dengan melibatkan semua pihak, seperti dokter spesialis kejiwaan untuk dilakukan Asesment awal untuk menentukan apakah ketergantungan akut atau awal.”jelasnya

Menurut Kapolres,  ada tempat khusus yang disiapkan pemerintah bisa menampung anak -anak ini dan tempatnya di luar Papua. Kalau pemerintah daerah melihat hal ini baik untuk menyelamatkan generasi muda, maka  bisa mendata dan membawa penyalahgunaan Aibon ini untuk direhabilitasi disana.

“Masalah Aibon ini tidak hanya di Jayawijaya saja, tetapi ini masalah yang hampir sama di wilayah Papua. Sebab banyak anak -anak muda yang sudah menjadi candu dengan melakukan aktifitas menghirup lem Aibon,” jelasnya.

Kalau masih awal, kata Muh Safei, masih bisa diberikan pembinaan agar bisa menghilangkan kebiasaan itu. Namun, kalau sudah akut maka harus dilakukan perawatan yang benar, atau dibawa ke Jayapura,  yang ada  rumah sakit jiwa untuk dilakukan pemeriksaan atau  terapi kepada mereka yang selama ini kecanduan lem Aibon.

“Meskipun dalam perawatan mungkin  tidak bisa pulih seperti sebelum menggunakan Aibon, tetapi paling tidak bisa menghilangkan kebiasaan itu,”katanya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *