Pemalangan Yalimo Masih Berlangsung

26 Kendaraan dan 58 Crew yang dibantu aparat TNI untuk keluar dari Kabupaten Yalimo setelah tertahan selama 7 minggu di Elelim kemarin. (Dok Dandim 1702/Jayawijaya For Cepos)

 

 

Aparat TNI yang dikerahkan untuk membantu mengeluarkan kendaraan  yang terjebak selama 7 minggu di Elelim. (Dok Dandim 1702/Jayawijaya For Cepos)

 

WAMENA-Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Arif Budi Situmeang, SIP mengungkapkan bahwa aksi pemalangan di Kabupaten Yalimo masih terus berlangsung hingga saat ini. Belum adanya tindaklanjut penyelesaian konflik Pilkada Yalimo, membuat kendaraan dari Jayapura hanya sampai di Distrik Elelim, karena akses jalan menuju keluar dari Yalimo masih dipalang.

“Untuk kendaraan dari Jayapura bisa masuk membawa logistik, tetapi hanya sampai di Elelim, tidak bisa ke Wamena lagi karena masih dipalang, mereka harus menunggu lagi kapan warga buka baru bisa dilalui,” ungkapnya Selasa (21/9) kemarin.

Situmeang  menyatakan terakhir Aparat TNI dari Kodim 1702/ Jayawijaya membantu mengeluarkan 26 kendaraan dan 58 Crew-nya dari Elelim pada 9 September lalu. Mereka ini sudah terjebak di Elelim selama 7 minggu, karena tidak bisa melanjutkan perjalanannya ke Wamena, hal ini terjadi karena masyarakat masih melakukan pemalangan.

“Ada 58 Sopir dan Kondekturnya dari 26 kendaraan yang tertahan di Elelim, kita bantu untuk melanjutkan perjalanan ke Wamena lantaran mereka sudah tertahan selama 7 minggu,”kata Dandim 1702/ Jayawijaya.

Ia juga menyatakan jika pemalangan ini masih terjadi, karena masyarakat untuk menolak pelaksanaan PSU sesuai putusan MK. Aspirasi masyarakat yang  menginginkan adanya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hingga kini juga belum ada tanggapan dari Pemerintah Pusat.

“Pemalangan ini masih berhubungan dengan aspirasi masyarakat yang tak ingin adanya PSU dalam 120 hari,  sehingga masa masih menduduki tempat pemalangan disana, kami juga terus melakukan negosiasi agar kendaraan bisa masuk dan keluar khususnya kendaraan yang membawa sembako dan BBM,”bebernya.

Meski suasana disana mulai kondusif, namun pihaknya masih tetap melakukan antisipasi hal -hal yang tidak diinginkan. “Kita antisipasi saja untuk keamanan di Yalimo untuk membackup Polres Yalimo, soal pelaksanaan PSU kami siap dukung dari sisi keamanan  karena ini agenda negara,”tutupnya. (jo/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *