Longboat Tabrak Kayu, Dua Penumpang Tewas 

Korban  yang ditemukan meninggal dunia saat  dilakukan evakuasi dari TKP ke Kota Merauke, Selasa (31/9) kemarin.  (Humas SAR Merauke for Cepos )

MERAUKE-Musibah kecelakaan di air kembali terjadi di Merauke. Jika sebelumnya, sebuah kapal  penangkap ikan  yang sedang mencari ikan di sekitar Laut Merauke tenggelam akibat dihantam ombak dan menimbulkan korban jiwa, maka kali ini longboat berpenumpang 6 orang mengalami kecelakaan.

Longboat yang sedang melakukan perjalanan dari Dusun Yakyu menuju Kampung Rawa Biru terbalik di Rawa Biru akibat menabrak  kayu, Senin (20/9) malam sekira pukul 20.30 WIT. Akibat kecelakaan ini, 4 penumpang dilaporkan berhasil selamat. Sedangkan 2 orang dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Operasi Fajar Yuniarto,SE, mewakili Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, menjelaskan bahwa laporan musibah kecelakaan longboat terbalik ini dilaporkan oleh Danramil Sota Daniel ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Senin malam sekira  pukul 23.02 WIT.

Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa pada Senin malam sekitar pukul 20.30 WIT itu telah terjadi kecelakaan sebuah longboat dengan tujuan dari Kampung Yakyu menuju Kampung Rawa Biru berisi 6 orang terbalik di Rawa Biru Merauke. Longboat tersebut terbalik setelah   menabrak kayu dan seluruh penumpang tercebur ke air.

Korban antara lain, Indra, Pikal Panjaitan, Eman, Paulus Mbangku, Serda Agus Mardiono dan Sultan. Dari keenam korban tersebut, 4 diantaranya berhasil selamat. Namun 2 dinyatakan hilang. “Setelah berkoordinasi dengan Danramil Sota, Kapolsek Sota dan Pos Satgas Rawa Biru akhirnya pada pukul 23.15 WIT tadi malam tim Rescue diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian,” terangnya.

Kemudian, Selasa pagi sekitar pukul  08.20 WIT, berhasil ditemukan seorang korban atas nama Sultan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim pencari yang terdiri dari masyarakat dan personel TNI/Polri  serta Merauke Rescue Squad (MRS) yang menggunakan long boat. Korban ditemukan sekitar 700 meter dari lokasi kejadian.

“Lalu sekitar pukul 09.20 WIT, Tim SAR gabungan kembali kembali menemukan korban lainnya atas nama Serda Agus Mardiono. Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi ditemukannya Sultan dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor  Pencarian dan Pertolongan Merauke Supriyanto Ridwan, SE, kembali menegaskan pentingnya kerjasama dan koordinasi yang baik antar unsur baik Basarnas, TNI/Polri serta masyarakat dalam pelaksanaan operasi SAR. Dengan kerjasama yang baik maka pelayanan jasa SAR bagi masyarakat yang dilakukan akan memberikan hasil yang maksimal. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *