Disesalkan Kawasan Mangrove Dibabat

Danlantamal X Jayapura, Brigjend TNI (Mar) Feryanto Pardamean Marpaung bersama Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru ketika melakukan penanaman mangrove di samping Jembatan Youtefa , Selasa (21/9) (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Kegiatan penanaman 1000 pohon mangrove sekaligus grebek sampah yang dilakukan Lantamal X bersama Animal Lovers Jayapura di ujung Jembatan Youtefa  ternyata menyimpan kesan tersendiri. Danlantamal X Jayapura, Brigjend TNI (Mar) Feryanto Pardamean Marpaung bersama Wakil Wali Kota, Ir H Rustan Saru MM terlihat kaget karena pohon mangrove disekitar Pantai Ciberi ini jika dilihat dari luar terlihat rapat dan indah. Namun jika masuk sedikit ke dalam ternyata ada kawasan yang dibabat dan tanpa pohon mangrove sedikitpun.

Saat penanaman juga baik Danlantamal maupun Wakil Wali Kota sama – sama kaget karena ada luasan daerah yang cukup besar tak ditumbuhi pohon. “Dulu dibabat  kayaknya disini,”  singkat Rustan Saru disela – sela penanaman di samping Jembatan Youtefa , Selasa (21/9). Ia sendiri baru tahu kalau di lokasi tersebut ada kawasan hutan mangrove yang dibabat.

“Padahal disini arusnya cukup kencang dan jika  dibiarkan tanpa penghalang itu bahaya,” tambahnya. Namun ini disampaikan tak lepas dari keberadaan jalan sehingga mendorong warga membuka kawasan timbunan baru. Adanya akses jalan membuat banyak kawasan mangrove di pinggir jalan ikut tertimbun. Warga berbondong-bonding menciptakan lokasi yang nantinya digunakan untuk bangunan rumah maupun tempat usaha dan akhirnya kawasan hutan juga ditimbun.

“Kami beri apresiasi apa yang dilakukan Danlantamal dan Animal Lovers Jayapura. Ini gerakan yang menjawab satu persoalan yang dihadapi pemerintah kota apalagi ada grebek sampah.  Kami pikir kita perlu membenahi kota menjadi cantic sebelum PON,” imbuhnya.

Danlantamal menyampaikan bahwa mangrove merupakan satu ekosistem esensial yang mendukung sector perikanan dan mengurangi erosi pantai atau abrasi. Mangrove dikatakan juga menyerap karbon dan menjadi ekosistem yang baik untuk biota pesisir. “Yang dilakukan lantamal ini sebagai upaya mengatasi sebagian ekosistem mangrove yang mengalami kerusakan akibat adanya konversi lahan. Laju deforestasi jika tak disikapi maka akan menimbulkan berbagai persoalan di kawasan pesisir,” jelas Pardamean.

Jenderal bintang satu ini menyampaikan jika hutan mangrove dijaga ekositemnya maka memberi banyak manfaat karena selain sebagai penyaring karbon, tempat berkembang biak biota laut tetapi juga menjadi penyedia hutan bukan kayu. “Ini juga bisa menumbuhkan sector ekonomi lewat jasa lingkungan sehingga patut dijaga,” imbuhnya. (ade)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *