Sambut PON, Dinas PUPR Libatkan Mahasiswa dalam Aksi Bersih-bersih

Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua, Gerius One Yoman, saat meninjau aksi bersih-bersih dan pengecatan tembok pembatasan jalan yang dilakukan mahasiswa di Ring Road Hamadi-Skyland, Kota Jayapura, Senin (20/9) kemarin. (Gratianus silas/Cepos)

 

 

Sejumlah mahasiswa yang tengah melakukan pengecatan dinding pembatas Ring Road. (Gratianus silas/Cepos)

JAYAPURA-Sebanyak 1.000 mahasiwa dilibatkan dalam aksi penataan di Kabupaten dan Kota Jayapura, Senin (20/9) kemarin.
Aksi ini diinisiasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua dengan melakukan pembersihan pinggir jalan, pengecatan tembok pembatas jalan, hingga pemasangan umbul-umbul di pinggir jalan.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua, Gerius One Yoman, meninjau sendiri aksi penataan yang dilakukan para mahasiswa, khususnya di sepanjang ruas Ring Road, Kota Jayapura. Para mahasiswa terlihat melakukan pembersihan dan pengecatan tembok pembatas Ring Road.
Oada dasarnya, Gerius Yoman menginginkan masyarakat yang dalam hal ini mahasiswa, untuk juga ikut terlibat dalam penyelenggaraan PON XX Papua, dimana Papua bertindak sebagai tuan rumah.
“Jadi tidak hanya kami yang bekerja, melainkan juga melibatkan masyarakat, yang dalam hal ini para mahasiswa dari Sorong sampai Merauke yang studi di berbagai perguruan tinggi di Jayapura untuk mereka mengambil perannya dalam penyelenggaraan PON di Papua,” jelas Gerius One Yoman kepada Cenderawasih Pos, Senin (20/9) kemarin.
“Selaku Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua, saya merangkul semua mahasiswa melalui masing-masing koordinator perhimpunan mahasiswa untuk terlibat dalam aksi ini. Mereka juga kami beri makan dan upah kerja,” sambungnya.
Gerius mengaku bahwa aksi yang dilakukan dari Kabupaten Jayapura hingga Kota Jayapura ini sangat positif karena menimbulkan kesadaran masyarakat lainnya untuk juga ikut terlibat.
“Dalam hal ini, para mahasiswa ini melakukan pembersihan dan pengecatan. Termasuk di depan rumah warga di pinggir jalan. Alhasil, warga yang melihat tergerak untuk juga ikut membersihkan halaman rumah mereka,” akunya.
Gerius menambahkan, setidaknya pihaknya melibatkan para mahasiswa dari 22 kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat.
“Mahasiswa yang terlibat ini dari 22 kabupaten di Papua dan Papua Barat. Untuk mahasiswa Papua Barat itu kurang lebih yang terlibat dari 5 kabupaten/kota. Totalnya itu 1.000 orang mahasiswa. Ini terbukti dari kegiatan yang mereka lakukan di lapangan,” pungkasnya. (gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *