Ketua DPRP: Banyak Asrama Mahasiswa Kondisinya Memprihatinkan

JAYAPURA – Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw menyampaikan bahwa dirinya cukup miris setelah menyambangi sejumlah asrama mahasiswa yang ada di Kota Jayapura. Dikatakan meski berada di tengah ibu kota provinsi namun banyak sekali asrama yang dianggap memprihatinkan. Pasalnya ada gedung yang mewah namun minim fasilitas. Karena itulah Johny menyinggung dalam penutupan sidang bahwa untuk bisa menganggarkan dana untuk membantu mahasiswa.
“Saya sampaikan kepada pemerintah daerah untuk hadir memberikan bantuan dan memberikan perhatian mereka yang tidak hanya di luar negeri, di luar Papua tetapi juga yang ada di Kota Jayapura sebab setelah saya bertemu dan menemui mereka ternyata kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Johny kepada Cenderawasih Pos pekan kemarin. Ia mengisyaratkan ada gedung asrama yang mewah namun fasilitas tidak mewah. “Silakan mengartikan. Ada gedung yang mewah namun tak ada aliran listrik dan ironis ini di dalam kota dan mahasiswa – mahasiswa ini tetap tinggal tanpa listrik bahkan saya yang harus menyambung,” bebernya.
Lalu kadang mahasiswa ini juga harus bekerja membabat rumput untuk kemudian bisa makan. “Jadi ada asrama namun tak ada tempat tidur, bahkan kasur juga tak ada. Saya melihat ada yang semangat menempuh ilmu namun tidak cukup memiliki finansial dan ini perlu dilihat pemerintah provinsi,” imbuhnya. Johny membeberkan bahwa anggaran untuk seluruh mahasiswa di Papua menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 miliar dan ia menyarankan dari angka ini ada yang diberikan untuk mahasiswa yang ada di Jayapura.
“Saya cek ternyata satu bulan hanya Rp 1 juta dan kalau hanya membiayai dengan angka seperti itu kemungkinan 2000 orang masih bisa dibiayai. Ingat setiap tahun ada sekitar Rp 400 miliar yang dibiayai untuk seluruh mahasiswa di Papua. Lalu kalau dipotong dengan yang ada di Jayapura saya pikir hanya beberapa miliar, disitulah wujud Otsus menurut saya. Ini harus disampaikan sebab saya melihat di LKPJ tidak ada pembiayaan bagi mahasiswa yang ada di Jayapura. Uncen juga saya rasa perlu dibantu karena ada sejumlah sarpras yang tak lengkap sebagai penunjang proses perkuliahan,” tutupnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *