Tunjang PON, Sub PB Kota Dapat empat Unit Ambulans

Ketua Sub PB PON Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., didampingi Ketua Bidang Kesehatan Sub PB PON Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, saat meninjau bantuan ambulans dari Kemenkes, Kamis (16/9) lalu. (Gratianus silas)

PORT NUMBAY– Sub PB PON Kota Jayapura mendapat bantuan 4 unit ambulans dari Kementerian Kesehatan RI. Hal ini disampaikan Ketua Sub PB PON Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., saat meninjau sendiri 4 unit ambulans tersebut yang ditempatkan di Sekretariat Sub PB PON Kota Jayapura, PTC Entrop, Kamis (16/9) kemarin.
“Ini kita dapat bantuan 4 unit ambulans dari Kementerian Kesehatan. Ini merupakan bantuan untuk menunjang pelayanan kesehatan selama perhelatan PON di sub klaster Kota Jayapura,” terang Dr. Benhur Tomi Mano, MM., Kamis (16/9) kemarin.
Ketua Bidang Kesehatan Sub PB PON Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, menyebutkan, dengan bantuan 4 unit ambulans tersebut, total terdapat 11 unit ambulans yang tersedia untuk menunjang pelayanan kesehatan, dalam hal ini pelayanan kegawatdaruratan, selama penyelenggaran PON di sub klaster Kota Jayapura.
“Kita berterima kasih karena mendapat ambulans dari Kementerian Kesehatan. Kita baru dikasih 4 unit ambulans, dan dalam pemetaan yang kita lakukan di kota, hanya bisa 7 unit ambulans, sehingga totalnya 11 unit ambulans,” jelas dr. Ni Nyoman Sri Antari, Jumat (17/9) kemarin.
“Sedangkan, sebenarnya kita punya 16 venue dan 22 cabang olahraga di Kota Jayapura. Idealnya itu 2 unit ambulans di masing-masing venue, sehingga ketika ada yang dirujuk, maka ada yang standby. Kita harap, tidak ada kejadian luar biasa yang terjadi nanti. Namun, dengan jumlah ambulans yang minimal, mudah-mudahan masih ada ambulans yang bisa digunakan untuk PON di Kota Jayapura. Dengan demikian, terpenuhi semua kebutuhan di venue,” tambahnya.
Ditanya soal tenaga operasional ambulans, Kadinkes Antari menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu pergeseran anggaran dari tingkat provinsi.
“Kalau tidak punya (anggaran) tetap kita harus upayakan. Kita minta bantuan ke Kementerian Kesehatan. Kami harap, ada anggaran yang membackup. Sebab, bagaimanapun juga, ini ajang tingkat nasional, yang mana anggaran itu seharusnya sudah siap. Ya kalaupun ada kekurangan, pemerintah harus backup,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *